Berdasarkan hasil pleno penghitungan suara di KPU tingkat Kabupaten Bogor, Selasa (7/5/2019) malam, Partai Gerindra memperoleh suara terbanyak dari Kabupaten Bogor.
Kabupaten Bogor adalah Daerah Pemilihan atau Dapil Jabar V.
Suara Partai Gerindra di Jabar V mendapat 624.731 suara dan meloloskan dua calegnya, yaitu Fadli Zon dan Mulyadi.
Suara Fadli Zon di Kabupaten Bogor mencapai 230.524 suara.
Fadli Zon adalah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dan kini Wakil Ketua DPR.
Suara kedua terbanyak dari Partai Gerindra di Dapil Jabar V adalah Mulyadi yang meraih 70.569 suara.
Suara Fadli Zon yang mencapai 230.524 pemilih jauh meninggalkan suara Adian Napitupulu di Kabupaten Bogor yang memperoleh 80.228 suara.
Adian Napitupulu adalah politisi PDI Perjuangan dan sering berdebat dengan Fadli Zon di televisi.
Hasil pleno tersebut juga meloloskan sembilan orang ke kursi DPR periode 2019-2024.
Bawaslu dan KPU Kabupaten Bogor resmi menyelesaikan penghitungan suara secara keseluruhan di 40 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Bogor.
“Sudah selesai 40 kecamatan dan akan dibacakan DB1 malam ini setelah itu nanti akan dibawa ke provinsi untuk ditetapkan,” kata Ketua KPU Kabupaten Bogor Ummi Wahyuni.
Perolehan suara parpol di Kabupaten Bogor atau Dapil Jabar V ini terbagi ke sejumlah parpol lama.
Berikut adalah rincian perolehan suara parpol di Kabupaten Bogor.
Selain Partai Gerindra yang meraih suara terbanyak, Partai Golkar juga meraih suara terbanyak berikutnya.
Parpol berlambang pohon beringin itu meraih 326.505 suara, meloloskan Ichsan Firdaus yang meraih 64.240 suara.
Ichsan Firdaus adalah Caleg Nomor 2 di Partai Golkar.
Caleg Nomor 1 dari Partai Golkar untuk Dapil Jabar V adalah Ravidra Airlangga.
Ravindra Airlangga, seperti diberitakan Kompas.com (17/4/2019), adalah anak Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Kemudian disusul Partai Keadilan Sejahtera yang meraih 325.515 suara.
Torehan itu membuat PKS meloloskan caleg Fahmi Alaydroes yang meraih 67.677 suara.
Sementara itu, PDI-P meraih 285.639 suara dan meloloskan calegnya Adian Yunus Yusak Napitupulu dengan 80.228 suara.
PAN meraih 197.356 suara dengan meloloskan caleg Primus Yustisio 86.983 suara.
Pendatang baru di DPR, Elly Rachmat Yasin, meraih 71.884 suara dengan raihan suara parpol PPP sebanyak 193.416 suara.
Partai Demokrat meraih suara 173.094 dan meloloskan caleg Anton Sukartono Suratto yang memperoleh 55.634 suara
Partai PKB meraih 134.107 suara serta meloloskan caleg Tommy Kurniawan dengan raihan suara 33.988.
Adapun 12 partai lain untuk sementara kesulitan mendapatkan kursi di Senayan.
Ketua KPU Kabupaten Bogor Ummi Wahyuni menjelaskan, mengacu pada PKPU Nomor 7 Tahun 2019, di KPU kabupaten/kota rekapitulasi dilakukan selama 20 April-7 Mei 2019.
PKPU Nomor 7 Tahun 2019 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019.
Menurut Umi, penghitungan suara akan diumumkan dalam rentang waktu 20 April hingga 8 Mei 2019.
Setelah itu, hasil rekapitulasi dari KPU kabupaten/kota diserahkan ke KPU provinsi selambat-lambatnya 8-12 Mei 2019.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) tingkat Kabupaten Bogor telah melakukan hasil pleno penghitungan suara pada Selasa (7/5/2019) malam.
Dilansir dari TribunJakarta.com, Gerindra merupakan partai dengan perolehan suara terbanyak di Dapil Jabar V dengan total 624.731 suara.
Dengan demikian, tampak Gerindra akan meloloskan dua calon legislatifnya, yaitu Fadli Zon dan Mulyadi.
Untuk diketahui, Fadli Zon mendapat perolehan suara terbanyak sebesar 230.524 suara.
“Sudah selesai 40 kecamatan dan akan dibacakan DB1 malam ini. Setelah itu, nanti akan dibawa ke provinsi untuk ditetapkan,” kata Ketua KPU Kabupaten Bogor, Ummi Wahyuni, Selasa (7/5/2019).
Pada hasil pleno penghitungan suara tersebut, terlihat PDIP tertinggal jauh dari Gerindra dengan menempati posisi keempat.
Sehingga PDIP yang mendapatkan 285.639 suara kemungkinan akan meloloskan calegnya Adian Napitupulu.
Adian Napitupulu sendiri menampung suara sebanyak 80.228 suara.
Bahkan Adian Napitupulu masih kalah dengan caleg PAN, Primus Yustisio dengan 86.983 suara.
Sementara total suara PAN sebesar 197.356 suara.
Berikut ini daftar partai serta caleg dan jumlah suaranya seperti yang dikutip dari TribunJakarta.com:
1. Gerindra: 624.731 suara
Fadli Zon 230.524 suara
Mulyadi 70.569 suara
2. Golkar: 326.505 suara
Ichsan Firdaus 64.240 suara
3. PKS: 325.515 suara
Fahmi Alaydroes 67.677 suara
4. PDIP: 285.639 suara
Adian Napitupulu 80.228 suara
5. PAN: 197.356 suara
Primus Yustisio 86.983 suara
6. PPP: 193.416 suara
Elly Rachmat Yasin 71.884 suara
7. Demokrat: 173.094 suara
Anton Sukartono Suratto 55.634 suara
8. PKB: 134.107 suara
Tommy Kurniawan 33.988 suara
Sementara 12 partai lainnya masih kesulitan untuk mendapatkan kursi di Senayan.
Lantas bagaimana dengan hasil hitung suara KPU RI Pileg 2019 tingkat nasional?
Sampai pada hari Rabu (8/5/2019) pukul 14.45 WIB, dari pantauan TribunJatim.com, tampaknya PDIP memimpin perolehan suara terbanyak sebesar 20,1 persen.
Adapun Golkar bertengger di posisi kedua dengan perolehan suara 13,23 persen.
Disusul dengan Gerindra di posisi ketiga dengan hasil hitung suara sebanyak 11,78 persen.
Data masuk 279.822 Tempat Pemungutan Suara (TPS) sudah diterima KPU RI dari 813.350 TPS yang tersebar di 35 wilayah di Indonesia termasuk luar negeri.
Berikut TribunJatim.com sajikan hasil hitung suara Pileg 2019 wilayah tingkat nasional yang dilansir dari website resmi KPU RI:
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menggelar rapat paripurna pembukaan masa persidangan V tahun 2018-2019. Rapat diawali dengan mendoakan ratusan petugas KPPS yaang meninggal dunia saat menjalankan tugas dalam Pemilu 2019.
“Atas nama pimpinan dan anggota DPR RI, kami turut berduka cita kepada KPPS yang meninggal dunia yang mencapai 554 yang wafat, kemudian yang jatuh sakit dalam.menjalankan tugas pada 17 April 2019,” kata Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (8/5/2019).
Selain itu Fadli juga mendoakan agar para jenazah yang wafat bisa mendapat ganjaran yang baik dari Tuhan. Juga mereka yang sakit agar bisa segera disembuhkan dan mampu beraktifitas seperti sediakala.
“Kita doakan semoga para pahlawan pemilu yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Lalu yang menderita sakit semoga cepat pulih dan beraktivitas seperti sediakala,” tambahnya.
Diketahui sebelumnya sejauh ini sebanyak 440 orang petugas KPPS meninggal dunia dan 3.788 orang petugas yang sakit. Adapun penyebab meninggalnya para petugas itu sendiri bermacam-macam mulai dari sakit hingga kecelakaan kerja.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menanggapi pernyataan soal Rizieq Shihab dan keturunan Arab jangan jadi provokator. Menurutnya, pernyataan tersebut rasial dan memecah belah.
“Pernyataan-pernyataan rasial itu memecah belah. Habib Rizieq Shihab itu setahu saya adalah tokoh yang dihargai di luar negeri, bahkan enggak hanya itu, tetapi juga didatangi,” kata Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 7 Mei 2019.
Fadli menambahkan, kepala BIN, Kapolri, dan tokoh-tokoh nasional lainnya juga pernah menemui Habib Rizieq di Arab. Menurutnya, sikap berbeda Habib Rizieq ini ditanggapi dengan tidak objektif.
“Saya kira, menanggapi itu dengan objektif. Jangan hanya karena perbedaan pendapat, kemudian menyudutkan, bahkan cenderung rasialis. Rasialisme, saya kira, kita tahu sangat berbahaya,” katanya.
Fadli menyebutkan, jumlah keturunan Arab jumlahnya juga jutaan. Apalagi, kontribusi keturunan Arab luar biasa bagi kemerdekaan Indonesia.
“Hampir 100 persen, ketika kita berjuang kemerdekaan, mereka mendukung. Jadi, mereka punya saham di RI juga. Ya, saya kira, dengan mudah orang bisa menafsirkan begitu (yang dimaksud Habib Rizieq). Dan, itu menurut saya, jelas satu hal yang tidak bijak diutarakan oleh seorang pejabat, khususnya Wiranto,” kata Fadli.
Sebelumnya, mantan Kepala Badan Intelijen Negara, Abdullah Mahmud Hendropriyono melontarkan pernyataan panas dengan menyindir Imam Besar Front Pembela Islam (FPI). Ia meminta, Habib Rizieq dan WNI keturunan Arab, agar bisa menjaga diri dengan tak memprovokasi.
Calon Legislatif DPR RI dari Partai Gerindra, Fadli Zon raih suara terbanyak di Dapil Jabar V Kabupaten Bogor.
Fadli Zon meraih 230.524 suara sedangkan total suara caleg dan suara Partai Gerindra berada di angka 624.731 suara.
Data perolehan suara ini dibacakan oleh pihak KPUD Kabupaten Bogor di Renotel Hotel Sentul di hadapan para saksi dari masing-masing partai dan juga Bawaslu Kabupaten Bogor, Selasa (7/5/2019).
Bahkan Fadli Zon mengalahkan Adian Napitupulu dari PDIP, yang selama ini kerap menjadi rival perdebatan di berbagai acara bincang politik.
Berikut daftar Caleg DPR RI dengan suara terbanyak dari masing-masing partai di Dapil Jabar V Kabupaten Bogor.
1. Fadli Zon 230.524 suara (Gerindra). Total suara caleg dan partai 624.731 suara.
2. Primus Yustisio 86.983 suara (PAN). Total suara caleg dan partai 197.356 suara.
3. Adian Yunus Yusak Napitupulu 80.228 (PDIP). Total suara caleg dan partai 285.639 suara.
4. Elly Rachmat Yasin 71.884 suara (PPP). Total suara caleg dan partai 193.416 suara.
5. Fahmy Alaydrus 67.677 suara (PKS). Total suara caleg dan partai 325.515 suara.
6. Ikhsan Firdaus 64.240 suara (Golkar). Total suara caleg dan partai 326.505 suara.
7. Anton Sukartono Suratto 55.634 suara (Demokrat). Total suara caleg dan partai 173.094 suara.
8. Teuki Taufiqulhadi 34.571 suara (Nasdem). Total suara caleg dan partai 111.164 suara.
9. Tommy Kurniawan 33.988 suara (PKB). Total suara caleg dan partai 134.107 suara.
10. Eva Mutia 13.542 suara (PPI). Total suara caleg dan partai 73.807 suara.
11. Ahmad Muhajir 12.548 suara (Berkarya). Total suara caleg dan partai 86.716 suara.
12. Fajar Riza Ul Haq 6.885 suara (PSI). Total suara caleg dan partai 32.294 suara.
13. Jus Usman Sumanegara 4.209 suara (Hanura). Total suara caleg dan partai 19.870 suara.
14. Bahrul Ulum 1.538 suara (PBB). Total suara caleg dan partai 16.159 suara.
15. Wiarto Sastroresono 1.370 suara (Garuda). Total suara caleg dan partai 12.171 suara.
16. Verry Surya Hendrawan 448 suara (PKPI). Total suara caleg dan partai 5.824 suara.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai pernyataan eks Kepala BIN AM Hendropriyono, yang mengingatkan Habib Rizieq Syihab dan WNI keturunan Arab agar tidak menjadi provokator, bisa memecah belah. Alasannya, pernyataan itu memiliki bibit rasialisme.
“Jangan hanya karena perbedaan pendapat kemudian menyudutkan, bahkan cenderung rasialis. Rasialisme, saya kira, kita tahu sangat berbahaya,” kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/5/2019).
Fadli Zon menyebut jumlah WNI keturunan Arab di Indonesia sangat besar. Selain itu, kata Fadli, mereka ikut berjuang sejak RI merebut kemerdekaan.
“Kita juga bicara keturunan Arab yang jumlahnya jutaan. Mereka, setahu saya, keturunan Arab di Indonesia, itu luar biasa kontribusinya bagi kemerdekaan bangsa kita. Hampir 100 persen ketika kita berjuang kemerdekaan, mereka mendukung. Jadi mereka punya saham di RI juga,” ujarnya.
Fadli tidak terima jika Hendropriyono menyeret-nyeret Habib Rizieq. Sebab, menurut dia, Habib Rizieq dihormati para tokoh.
“Setahu saya yang pernah menemui Habib Rizieq di Arab adalah kepala BIN, Kapolri, dan banyak tokoh nasional lain. Mereka kan mengenal. Pernah kok datang bertemu, yang saya tahu. Jadi, kalau Habib Rizieq bersikap berbeda, langsung mereka menanggapi dengan tidak objektif. Saya kira menanggapi itu dengan objektif,” kata Fadli.
Sebelumnya, eks Kepala BIN, AM Hendropriyono, mengingatkan sejumlah WNI keturunan Arab agar tidak menjadi provokator. Hendropriyono tak mau seruan makar itu meluas.
“Saya peringatkan Rizieq, Yusuf Martak, dan orang-orang yang meneriakkan revolusi kan sudah banyak. Itu inkonstitusional, merusak disiplin dan tata tertib sosial, jangan seperti itu,” kata Hendropriyono kepada wartawan, Selasa (7/5).
Hendropriyono memandang banyak warga keturunan Arab yang sangat dihormati di masyarakat. Karena itu, dia merasa perlu memperingatkan sebagian warga keturunan Arab agar tidak memprovokasi revolusi sampai turun ke jalan.
“Kalau kenyataan di masyarakat kita itu sangat menghormati orang-orang Arab, mereka kan juga warga negara Indonesia. Kalau di kampung-kampung, kita masih bisa lihat orang Arab datang ke kampung-kampung pada cium tangan. Berarti posisinya mereka kan berada pada tempat yang dimuliakan, mereka kemudian langsung atau tidak langsung terakui sebagai pemimpin informal, informal leader,” kata Hendropriyono.
Dengan posisi yang mulia seperti itu, Hendro mengimbau para warga keturunan Arab supaya mengayomi masyarakat.
“Jangan malah memprovokasi revolusi, memprovokasi untuk turun melakukan gerakan politik jalanan. itu inkonstitusional,” ujar Hendro.
Waketum Partai Gerindra Fadli Zon merespons ucapan Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono yang mengatakan bahwa Warga Negara Indonesia (WNI) keturunan Arab yang menjadi elite politik tidak menjadi provokator.
Fadli mempertanyakan siapa yang dimaksud oleh Hendropriyono. Karena, menurut Fadli, pernyataan tersebut sangat cenderung bernada rasial dan bisa memecah belah.
“Siapa orang yang dimaksud? Pernyataan-pernyataan rasial itu memecah belah,” katanya saat ditemui di DPR RI, Selasa (7/5/2019) pagi.
Fadli menafsirkan, bahwa tokoh yang dimaksud oleh Hendropriyono adalah Rizieq Shihab (HRS) yang masih berada di Arab Saudi saat ini.
“Ya saya kira dengan mudah orang bisa menafsirkan begitu. HRS itu setahu saya adalah tokoh yang dihargai di luar negeri, bahkan enggak hanya itu, tapi juga didatangi,” katanya.
Tak hanya itu, Fadli juga mengklaim beberapa kepala lembaga negara Indonesia pun kerap mengunjungi HRS di Arab Saudi.
“Setahu saya yang pernah menemui HRS di Arab adalah Kepala BIN, Kapolri, dan juga banyak tokoh-tokoh nasional lain. Mereka kan mengenal. Pernah kok datang bertemu, yang saya tahu,” lanjutnya.
Fadli mengecam keras pernyataan Hendropriyono yang menyudutkan tokoh tertentu dengan nada rasial hanya karena perbedaan pendapat.
“Jangan hanya karena perbedaan pendapat kemudian menyudutkan bahkan cenderung rasialis. Rasialisme, saya kira, kita tahu sangat berbahaya. Kita juga bicara keturunan Arab yang jumlahnya jutaan dan mereka setahu saya keturunan Arab di Indonesia itu luar biasa kontribusinya bagi kemerdekaan bangsa kita. Hampir 100 persen ketika kita berjuang kemerdekaan, mereka mendukung. Jadi mereka punya saham di RI juga,” katanya.
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono memperingatkan WNI keturunan Arab yang menjadi elite politik agar tidak menjadi provokator, terutama selama penyelenggaraan Pemilu 2019.
Sebagai elite yang diterima masyarakat Indonesia, kata Hendropriyono, seharusnya mereka memberikan contoh yang baik.
“Saya ingin memperingatkan bangsa Indonesia, WNI keturunan Arab supaya sebagai elite yang dihormati oleh masyarakat kita, cobalah mengendalikan diri jangan menjadi provokator,” ujar Hendropriyono di kantor Lemhanas, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2019).
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menanggapi pernyataan Menko Polhukam Wiranto yang akan membentuk tim hukum nasional. Fadli menyebut rezim ini otoritatian yang amatiran.
“Rezim ini bisa dianggap sebagai rezim yang represif dan otoritarian tapi yang amatiran. Karena itu tadi asal jeplak saja. Nggak didasarkan pada pemikiran yang kokoh dan pertimbangan yang jelas,” kata Fadli di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 7 Mei 2019.
Menurutnya, bila pemerintah mau membentuk itu maka Wiranto mengubah dulu konstitusi Indonesia. Sebab, sudah menjadi hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat baik lisan maupun tulisan dan berserikat dan berkumpul.
“Itu dijamin oleh konstitusi kita. Jadi jangan seenaknya bicara seperti itu. Dia itu bukan pemilik negara ini. Dan negara kita adalah negara kesatuan RI yang berdasarkan konstitusi. Negara kita bukan negara kepolisian RI sehingga hal-hal yang menyangkut kebebasan berpendapat, itu dijamin kok,” kata Fadli.
Fadli menegaskan bahwa hak menyuarakan kebenaran dan menyuarakan adanya kecurangan juga dijamin konstitusi. Oleh karena itu, dia meminta masyarakat agar tidak takut.
“Nggak ada masalah itu. Enggak usah takut. Wiranto cenderung melawan konstitusi, menurut saya. Ucapan-ucapan belakangan ini,” kata Fadli.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto mengatakan pemerintah akan membentuk tim hukum nasional. Tim itu bertugas untuk mengkaji tindakan atau ucapan dari tokoh-tokoh tertentu yang bisa dianggap melanggar aturan hukum.
Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon, memastikan tidak ada setan gundul dalam koalisinya. Ia justru menuding di pihak lain ada genderuwo.
“Saya kira enggak ada ya. Sejauh ini malah ada genderuwo di pihak sana, hehehe. Saya juga enggak tahulah,” kata Fadli di gedung DPR, Jakarta, Selasa, 7 Mei 2019.
Ia menambahkan, jika ada perbedaan dan data maka menjadi hal biasa dalam situasi saat ini. Tapi pastinya semua pihak mengakui adanya kecurangan yang masif dan brutal.
“Apa yang disampaikan oleh Pak Prabowo kemarin di depan pers asing juga salah tanggung jawab kita sebagai warga bangsa untuk melawan kecurangan itu. Jadi, di mana-mana kok berbagai bentuk dan modus kecurangan kelihatan. Dari sebelum, saat, dan sesudah pemilu,” kata Fadli.
Sebelumnya, politikus Partai Demokrat Andi Arief menyebut klaim kemenangan 62 persen di Pilpres 2019 oleh capres 02 Prabowo Subianto berasal dari setan gundul.
Dalam cuitan terbarunya, di akun twitter pribadinya @AndiArief_ ia mengatakan, kondisi Partai Demokrat saat ini karena ingin menyelamatkan Prabowo.
Fadli Zon menganggap ucapan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto dan mantan Kepala Badan Intelijen Negara A.M. Hendropriyono menyindir pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab kendati keduanya tak menyebut nama.
“Saya kira orang bisa dengan mudah menafsirkan begitu,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, melansir dari Tempo. Selasa, 7 Mei 2019.
Wiranto sebelumnya menuduh ada tokoh di luar negeri yang berusaha menghasut masyarakat untuk menolak hasil pemilu. Hal ini disampaikan Wiranto saat membuka rapat koordinasi membahas keamanan pascapemilu di kantornya, Senin kemarin, 6 Mei 2019.
“Ada tokoh di luar negeri yang setiap hari ngomong ngomporin masyarakat, menghasut masyarakat untuk melakukan langkah-langkah inkonstitusional,” kata Wiranto.
Sementara Hendropriyono melontarkan pernyataan senada. Mertua dari Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa ini mengatakan agar warga negara Indonesia keturunan Arab tidak memprovokasi masyarakat. Hendro membantah pernyataannya itu berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Fadli menilai ucapan tersebut tak sepantasnya dilontarkan, apalagi oleh Wiranto selaku pejabat negara. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat ini menyebut Rizieq merupakan orang yang dihormati. Fadli menyebut, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian dan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Budi Gunawan pernah menyambangi Rizieq di Mekkah.
“Setahu saya yang pernah menemui Habib Rizieq di Arab adalah Kepala BIN, Kapolri, dan juga banyak tokoh-tokoh nasional lain,” kata Fadli yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.
Fadli juga mengkritik rencana Wiranto membentuk tim hukum nasional yang akan memantau ucapan para tokoh dalam rangka mencegah upaya pendelegitimasian penyelenggaraan dan hasil Pemilihan Umum 2019. Dia mengatakan bahwa kebebasan berpikir dan berpendapat dijamin dalam Undang-undang Dasar 1945.
“Ucapan-ucapan Wiranto belakangan ini cenderung melawan konstitusi menurut saya,”tutupnya.