Blog

Fadli Zon Minta MKD Sikapi Anggota Dewan Merangkap Kabinet

Fadli Zon Minta MKD Sikapi Anggota Dewan Merangkap Kabinet

Fadli Zon Minta MKD Sikapi Anggota Dewan Merangkap Kabinet

Wakil ketua DPR RI Fadli Zon meminta proses PAW anggota DPR yang belum selesai segera diselesaikan. Wakil ketua umum Partai Gerindra itu meminta Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) segera mengambil tindakan.

Fadli menilai pengajuan PAW harusnya dilakukan sejak awal. Namun, ia mengakui hingga kini, dalam kasus PAW tersebut, belum ada surat pengunduran diri Puan Maharani dan Tjahjo Kumolo.

“Setelah kita cek nggak ada tuh. Jangan sampai ada rangkap. MKD harusnya mengambil satu analisis penyelidikan terhadap ini,” kata Fadli kepada wartawan di kompleks Parlemen, Senin (14/9).

Menurut politikus Partai Gerindra itu, seharusnya proses PAW tidaklah rumit. Menurutnya, suara nomor dua otomatis akan maju. Sehingga, fraksi tidak perlu mencari-cari lagi.

“Alasan tidak melakukan PAW mengada-ada. Padahal kita ingin melengkapi 560 anggota DPR,” ujarnya.

Fadli Zon bahkan mengungkapkan sudah menyampaikan langsung kepada Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. “Kita ini kan mau menyukseskan revolusi mental. Kalau sudah tidak hadir sidang sampai beberapa kali, gak bisa lanjut dong,” jelasnya. ‎

Hingga saat ini, ada empat anggota DPR yang posisinya belum digantikan, lantaran mereka masuk ke dalam kabinet Jokowi. Keempat anggota DPR tersebut adalah Puan Maharani, Tjahjo Kumolo, Pramono Anung dan Nusron Wahid.

 

Sumber

Fadli Zon Sebut Pertemuan dengan Trump tak Direncanakan

Fadli Zon Sebut Pertemuan dengan Trump tak Direncanakan

Fadli Zon Sebut Pertemuan dengan Trump tak Direncanakan 2

Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, menegaskan tidak ada imbalan yang diterima delegasi parlemen dalam melakukan diplomasi dengan pebisnis asal Amerika Serikat, Donald Trump, di Negeri Paman Sam.

“Tidak ada yang namanya ‘fee’ (imbalan), kita hanya mendukung setiap investor atau pengusaha yang mau datang ke Indonesia. Ini kan sesuai harapan Pak Presiden,” kata Fadli Zon dalam konferensi pers di gedung parlemen, Jakarta, Senin (14/9).

Dia menekankan pertemuan delegasi parlemen dengan Trump semata-mata dilakukan untuk kepentingan nasional dengan cara diplomasi membuka jalan investasi di Indonesia.

Fadli mengakui pertemuan dengan Trump dilakukan dengan spontan, atau tidak direncanakan sebelumnya. Menurut dia, lantaran ada jadwal yang cocok maka delegasi parlemen bertemu dengan Trump di AS.

“Soal pak Hary Tanoe menjadi fasilitator, kalau dalam arti mengontak, meng-‘arrange’, saya kira ada benarnya. Pak Ketua DPR juga ada koneksi dan komunikasi dengan orang-orang Donald Trump. Ini semua tidak direncanakan, kita bertemu untuk silahturahim, demi kepentingan bangsa,” kata dia.

Fadli juga menekankan anggaran yang digunakan delegasi parlemen saat bertemu dengan Trump dikeluarkan dari kocek sendiri. Fadli juga menyebut harus menombok dalam membayar uang penginapan di AS.

“Ini semua kan (anggaran perjalanan dinas) nanti diaudit BPK. Teman-teman juga tolong pantau, baik di eksekutif maupun legislatif, lalu bandingkan biar ‘fair’ (adil),” kata dia.

 

Sumber

Kami tidak Mendukung Donald Trump

Kami tidak Mendukung Donald Trump

Kami tidak Mendukung Donald Trump

Wakil ketua DPR RI Fadli Zon membantah pertemuan dengan pengusaha Amerika Serikat yang maju sebagai salah satu kandidat calon presiden, Donald Trump, sebagai bentuk dukungan politik. Fadli Zon mengatakan pertemuan dengan Trump hanya berlangsung singkat dan hanya berbicara mengenai investasi.

”Dalam rangka networking, kami bertemu dengan Donald Trump,” kata Fadli Zon saat melakukan konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senin (14/9).

Menurut Fadli Zon, Trump merupakan pengusaha yang cukup dikenal dan berhasil. Selain itu, ia melihat Trump berkeinginan untuk berinvestas di Indonesia. Seperti yang telah dilakukannya di Bali, Bogor, dan perbatasan Sukabumi.

Ia menjelaskan, UU sekarang, bukan hanya menyebutkan DPR punya fungsi budgeting, Legislasi, dan controling, melainkan juga diplomasi.

”Tugas kami disana dalam rangka bagian Second Track Diplomacy, dan Multi Track Diplomacy. Karena saat ini diplomasi bukan hanya tugas pemerintah,” katanya.

Dalam pertemuan dengan Trump, ia mengaku disambut dengan baik di Trump Plaza, dan melakukan pertemuan selama 30 menit dalam suasana santai dan informal.

”Dia (Trumps) mengapresiasi Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia, tapi tetap moderat dan demokratis,” katanya.

Selan itu, politisi Partai Gerindra tersebut menuturkan, mereka berdiskusi bagaimana berinvestasi lebih jauh di Indonesia.

”Setelah selesai, kami makan dan selfie bareng,” candanya.

Dalam perjalanan turun, Rombongan diajak Trump untuk menyaksikan konferensi pers. Ternyata di sana sudah ada anak buahnya, yang membawa banner dan berbagai asesoris layaknya kampanye.

”Turun dari lift sudah penuh dengan orang -orang. Padahal Kami sudah pamit. Disitu disampaikan hal -hal yang positif. Itu bukan kampanye, hanya konferensi pers di lobi gedungnya sendiri,” ungkapnya.

 

Sumber

10 Anggota DPR maju pilkada sudah mundur? ini jawaban Fadli Zon

10 Anggota DPR maju pilkada sudah mundur? ini jawaban Fadli Zon

10-anggota-dpr-maju-pilkada-sudah-mundur-ini-jawaban-fadli-zon

10 Anggota DPR diketahui ikut dalam Pilkada serentak 9 Desember nanti. Sesuai aturan, mereka harus menanggalkan jabatan dari anggota DPR.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengaku tidak tahu secara pasti apakah memang seluruh anggota DPR itu sudah ajukan surat pengunduran diri. Namun dia menyatakan memang sudah ada yang mengajukan pengunduran diri. Sayang dia tak ingat siapa saja yang sudah dan belum.

“Sudah ya. Yang mengundurkan diri kan? Mereka kan memang harus berhenti, dan harus ada suratnya,” ujar Fadli saat ditemui di DPR RI Senayan, Senin (14/9).

Fadli menyebut, keharusan anggota dewan yang ingin maju Pilkada untuk mengajukan surat pengunduran diri, selain untuk mentaati putusan Mahkamah Konstitusi (MK), adalah untuk menyesuaikan Peraturan KPU Nomor 12/2015, tentang Pencalonan dalam Pilkada.

“Ini kan untuk pencalonan mereka juga. Seinget saya sudah (terima surat pengundurannya),” kata Fadli.

Diketahui, Pasal 68 Peraturan KPU itu menyatakan, calon kepala daerah yang berstatus anggota DPR, DPD, DPRD, TNI, Polri, dan PNS, pejabat atau pegawai BUMN/BUMD, wajib menyampaikan keputusan pejabat berwenang tentang pemberhentian kepada KPU, paling lambat 60 hari sejak ditetapkan sebagai calon.

 

Sumber

Soal Donald Trump, Setya & Fadli Sudah Lapor Ical & Prabowo

Soal Donald Trump, Setya & Fadli Sudah Lapor Ical & Prabowo

Soal Donald Trump, Setya & Fadli Sudah Lapor Ical & Prabowo

Ketua DPR Setya Novanto mengaku telah melaporkan pertemuannya dengan bakal calon presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada Ketua Umum Partai Golkar Munas Bali Aburizal Bakrie (Ical).

Sebagai wakil ketua umum Partai Golkar, dirinya terus berkomunikasi bagi dengan partai ataupun fraksi secara intensif agar tidak ada kesalahpahaman jika dirinya sebagai Ketua DPR melakukan sesuatu.

“Saya selalu tetap dalam kader Golkar tentu saya selalu komunikasi dengan Pak Ical. Pada Mas Bambang saya sampaikan saya hormati sebagai fraksi saya berikan info-info agar tidak ada yang salah,” ujar Setya dalam jumpa pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2015).

Hal senada juga disampaikan oleh Fadli Zon. Dia mengaku telah berkomunikasi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Setelah mendegarkan penjelasannya, Fadli menilai, Prabowo tidak mempermasalahkan hal tersebut.

“Saya juga komunikasi dengan Pak Prabowo. Saya kemarin juga sampaikan langsung dengan beliau dan dia bilang tidak ada masalah,” ucap Fadli.

 

Sumber

Ternyata, di Washington DC, DPR Bantu Sosialisasikan Paket Ekonomi Jokowi

Ternyata, di Washington DC, DPR Bantu Sosialisasikan Paket Ekonomi Jokowi

Ternyata, di Washington DC, DPR Bantu Sosialisasikan Paket Ekonomi Jokowi

Ada banyak kegiatan yang dilakukan Ketua DPR Setya Novanto, Wakil Ketua DPR Fadli Zon serta anggota delegasi DPR lainnya di Washington DC, Amerika Serikat, beberapa waktu pekan.

Kamis pagi waktu setempat (10/9), delegasi Indonesia berdikusi dengan US-ASEAN Business Council. Pertemuan ini dihadiri antara delegasi DPR, yang terdiri dari Setya Novanto,  Fadli Zon, Nurhayati Ali Assegaf, Roem Kono, Robert Kardinal dan Markus Nari dengan pengusaha AS, yang antara lain pimpinan korporasi Coca Cola, Philip Moris, General Electric, dan Freeport. US-ASEAN Business Council sendiri terdiri dari 140 perusahaan terkemuka AS.

Dalam pertemuan ini dibahas kerjasama yang telah berlangsung dan peluang-peluang usaha serta pengembangan kerja sama ekonomi. Dalam kesempatan ini, para pengusaha AS menanyakan kondisi ekonomi dan politik di Indonesia. Mereka pun menyampaikan masih adanya berbagai kendala investasi di Indonesia terkait regulasi yang kurang kondusif maupun kurangnya kepastian investasi.

Dalam kesempatan ini, delegasi DPR mengatakan bahwa pemerintah Indonesia telah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi, termasuk penyederhaan proses investasi dan deregulasi kebijakan. Deregulasi meliputi penyederhanaan kira-kira 160 peraturan di bidang inveastasi, industri dan perdagangan.

Delegasi DPR, sebagaimana keterangan kepada redaksi (Sabtu, 12/9), menyampaikan kesempatan luas bagi para calon investor potensial dari luar negeri untuk melakukan hubungan ekonomi, perdagangan dan investasi di Indonesia. DPR mendukung kebijakan pemerintah yang memberi kepastian hukum dan investasi bagi perusahaan-perusahaan asing termasuk AS.

Usai pertemuan ini, delegasi DPR bertemu dengan Presiden Tempore Senat AS, Orrin Hatch, di Capitol, Washington DC. Hatch sangat menghargai kunjungan ini. Ia pun memandang hubungan AS dan Indonesia sangat penting, apalagi Indonesia adalah negara demokrasi yang besar dengan wilayah yang luas. Posisi Indonesia penting, terutama dalam menghadapi isu-isu regional dan global.

Dalam kesempatan ini, sebagai mitra penting Indonesia, DPR mengharapkan senat AS mendukung berbagai kesepakatan kerjasama bilateral kedua negara, diantaranya terkait kerjasama maritim, pertahanan dan perdagangan. DPR juga mengharapkan kerjasama antar-parlemen bisa lebih ditingkatkan. Hatch pun menyambut baik tawaran ini.

Selain itu, DPR juga berharap AS ikut menjaga terciptanya stabiltas dan perdamaian dunia, termasuk kawasan Asia Tenggara. Fadli Zon sempat menyinggung perlunya perhatian bersama AS-Indonesia di kawasan, khusunya dalam menangani masalah yang berkembang di laut China Selatan.

 

Sumber

Berikut jadwal lawatan DPR RI ke Washington

Berikut jadwal lawatan DPR RI ke Washington

Agenda Kunjungan Ketua DPR ke Washington DC, Amerika Serikat

Delegasi DPR, yang dipimpin Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua Fadli Zon, pada 10 September 2015 mengadakan pertemuan dan diskusi dengan berbagai pihak di Washington DC, Amerika Serikat.

Berdasarkan infomasi yang diperoleh dari Biro Humas DPR, di Jakarta, Jumat berikut agenda yang dilakukan rombongan:

1. Diskusi dengan US – ASEAN Business Council

Pertemuan dilakukan pukul 08.00 – 09.30. Pertemuan  dihadiri Delegasi DPR (Setya Novanto, Fadli Zon, Nurhayati Aseegaf, Roem Kono, Robert Kardinal, dan Markus Nari) dan para pengusaha AS antara lain pimpinan korporasi Coca Cola, Philip Moris, General Electric, dan Freeport. US-ASEAN Business Council terdiri dari 140 perusahaan terkemuka AS.

Pertemuan membahas kerjasama yang telah berlangsung dan peluang-peluang usaha serta pengembangan kerja sama ekonomi. Para pengusaha AS menanyakan kondisi ekonomi dan politik Indonesia. Mereka menyampaikan masih adanya berbagai kendala investasi di Indonesia terkait regulasi yang kurang kondusif maupun kurangnya kepastian investasi.

Disampaikan oleh Delegasi DPR bahwa Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi, termasuk penyederhanaan proses investasi dan deregulasi kebijakan. Deregulasi meliputi penyederhanaan kira-kira 160 peraturan di bidang investasi, industri, dan perdagangan.

Delegasi DPR menyampaikan kesempatan luas bagi para calon investor potensial dari luar negeri untuk melakukan hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi di Indonesia. DPR mendukung kebijakan pemerintah yang memberi kepastian hukum, kepastian investasi bagi perusahaan-perusahaan asing termasuk dari Amerika Serikat.

2. Pertemuan dengan Presiden Tempore Senat Amerika Serikat, Orrin Hatch pukul 10.00 – 10.45.

Delegasi DPR dipimpin Ketua DPR melakukan pertemuan dengan Senator Orrin Hatch, Senator Senior dan Presiden Pro Tempore Senat AS di Capitol, Washington DC.

Senator Hatch menghargai kunjungan Ketua DPR. Hubungan Indonesia–AS dipandang penting oleh Hatch terutama karena Indonesia adalah negara demokrasi yang besar dengan wilayah yang luas. Posisi Indonesia penting terutama menghadapi isu-isu regional dan global.

Sebagai mitra penting Indonesia, DPR mengharapkan Senat AS mendukung berbagai kesepakatan kerjasama bilateral kedua negara, diantaranya terkait kerjasama maritim, pertahanan dan perdagangan.

DPR juga mengharapkan kerjasama antarparlemen bisa lebih ditingkatkan. Indonesia dan AS sudah memilki Kaukus parlemen Indonesia-AS, namun kita harapkan hubungan lebih baik. Hatch menyambut baik tawaran tersebut.

Sebagai negara yang memiliki pengaruh besar, DPR mengharapkan AS turut menjaga terciptanya stabilitas dan perdamaian dunia, termasuk di kawasan Asia Tenggara.

Wakil Ketua DPR sempat menyinggung perlunya perhatian bersama RI-AS di kawasan, khususnya dalam menangani masalah yang berkembang di Laut Cina Selatan.

3. Diskusi di USINDO (US – Indonesia Society) pukul 11.30 – 13.00.

Delegasi DPR menghadiri USINDO Special Open Forum Luncheon di Cosmos Club, Washington DC yang dihadiri sekitar 120 tokoh bisnis, diplomat, akademisi, dan masyarakat umum AS yang menaruh perhatian pada hubungan AS-Indonesia. Presiden USINDO David Merril menjadi host kegiatan ini.

Sebagai pembicara tunggal, Ketua DPR RI menyampaikan peran DPR sekarang ini khususnya paska pilpres 2014 yang cukup dinamis. Ketua DPR menyampaikan arti penting hubungan Indonesia dan Amerika Serikat ke depan.

Ketua DPR menegaskan bahwa DPR kini memiliki peran kuat mengawasi jalannya pemerintahan dalam rangka checks and balances. Namun meskipun terjadi power block dalam bentuk dua koalisi besar (Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat), DPR mengedepankan kepentingan nasional, kepentingan rakyat.

DPR kini memiliki peran diplomasi untuk mendukung politik luar negeri Pemerintah sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 Tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), Pasal 69 ayat (2).

Perihal konflik Golkar internal yang ditanyakan peserta forum dari CSIS, dijelaskan oleh Ketua DPR RI bahwa hal tersebut tidak akan berpengaruh terhadap kinerja DPR.

Untuk mendukung kinerja DPR, dijelaskan oleh Ketua DPR bahwa DPR kini telah dilengkapi tambahan tenaga ahli (satu anggota 2 staf administrasi dan 5 tenaga ahli).

Dijelaskan oleh Ketua DPR bahwa keberadaan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara di DPR tidak diperlukan lagi karena sudah ada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sehingga tidak terjadi tumpang tindih pemeriksaan keuangan negara.

Terkait pengadaan alutsista TNI yang juga ditanyakan karena adanya pemotongan anggaran militer, dijelaskan oleh Ketua DPR bahwa pembaruan pengadaan alutsista TNI tetap diadakan dalam batas-batas keuangan negara.

Dalam pengadaan alutsista DPR akan mendorong Pemerintah menjalankan ketentuan pengadaan sesuai dengan UU No. 16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, yang pembuatannya merupakan inisiatif DPR, dimana upaya terciptanya transfer of technology alusista dapat terlaksana.

Peserta forum mengapresiasi langkah-langkah DPR dalam memperbaiki iklim investasi di tanah air, termasuk soal perizinan bagi investor asing.

4. Pertemuan dengan Ketua DPR Amerika Serikat, John Boehner pukul 13.30 – 14.30.

Ketua DPR RI (Setya Novanto) dan Wakil Ketua DPR RI (Fadli Zon) melakukan pertemuan dengan Ketua DPR AS John Boehner di Gedung Kongres AS.

Kunjungan Ketua dan Wakil Ketua DPR RI ke Kongres AS diapresiasi oleh Ketua DPR AS John Boehner karena akan memperkuat hubungan AS dan Indonesia. John Boehner melihat Indonesia negara yang penting bagi Amerika Serikat dan kerjasama di berbagai bidang perlu diperkuat. Boehner menanyakan beberapa industri strategis yang menjadi prioritas Indonesia sekarang ini.

Ketua DPR RI meminta Kongres AS untuk mendukung berbagai kesepakatan kerja sama kedua negara. Peran Indonesia sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar dan berdemokrasi menjadi penting untuk menghambat gerakan radikal. Boehner sepakat kawasan Laut Cina Selatan merupakan kawasan yang harus dijaga stabilitasnya sehingga tetap kondusif bagi perdamaian.

Wakil Ketua DPR RI menyampaikan usulan peningkatan program kerja sama dengan Kongres AS terkait peningkatan kapasitas SDM parlemen, khususnya untuk peningkatan kapasitas peneliti dan pustakawan DPR RI melalui pelatihan di Congressional Research Service dan Library of Congress. Boehner sangat mendukung usulan itu dan meminta kepada stafnya untuk menindaklanjuti proposal DPR RI.

5.Kunjungan ke Library of Congress

Kunjungan Ketua DPR dan Wakil Ketua DPR ke Library of Congress dilakukan pukul 15.00 – 17.00 dalam rangka mengetahui peran perpustakaan dan pelayanan riset bagi anggota parlemen. Library of Congress atau Perpustakaan Kongres adalah think tank parlemen. Perpustakaan ini memiliki koleksi 162 juta benda antara lain buku sekitar 40 juta judul. Didukung pegawai 3200 orang dan tenaga peneliti dari berbagai bidang sebanyak 600 orang.

Para anggota parlemen dapat mengakses semua informasi di perpustakaan Kongres ini termasuk layanan untuk penelitian baik diminta ataupun tidak. Ada koleksi Asia termasuk puluhan ribu buku tentang Indonesia di Perpustakaan ini. Semua bahan ini dapat digunakan juga oleh publik.

Ketua DPR dan Wakil Ketua DPR menyampaikan perlunya kerjasama dan dukungan Perpustakaan Kongres untuk DPR RI. Pihak Library of Congress siap memfasilitasi para staf pustakawan, peneliti untuk magang di Perpustakaan Kongres ini.

DPR menilai Perpustakaan Kongres bisa dijadikan contoh dan rujukan untuk merevitalisasi perpustakaan DPR yang ada sekarang. Di masa depan kita perlu memiliki perpustakaan yang representatif dan menjadi tulang punggung peneliti, tenaga ahli dan anggota DPR dalam menjalankan tugas legislatif.

 

Sumber

Kunjungan Ketua DPR RI ke Washington DC, Amerika Serikat

Kunjungan Ketua DPR RI ke Washington DC, Amerika Serikat

Kunjungan Ketua DPR RI ke Washington DC, Amerika Serikat

Pada 10 September 2014, Ketua DPR RI, Setya Novanto, bersama Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan anggota delegasi DPR mengadakan beberapa pertemuan dan diskusi di Washington DC, Amerika Serikat.

Diskusi dengan US – ASEAN Business Council

Pertemuan dilakukan pukul 08.00 – 09.30. Pertemuan dihadiri Delegasi DPR (Setya Novanto, Fadli Zon, Nurhayati Aseegaf, Roem Kono, Robert Kardinal, dan Markus Nari) dan para pengusaha AS antara lain pimpinan korporasi Coca Cola, Philip Moris, General Electric, dan Freeport. US-ASEAN Business Council terdiri dari 140 perusahaan terkemuka AS.

Pertemuan membahas kerjasama yang telah berlangsung dan peluang-peluang usaha serta pengembangan kerja sama ekonomi. Para pengusaha AS menanyakan kondisi ekonomi dan politik Indonesia. Mereka menyampaikan masih adanya berbagai kendala investasi di Indonesia terkait regulasi yang kurang kondusif maupun kurangnya kepastian investasi.

Disampaikan oleh Delegasi DPR bahwa Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi, termasuk penyederhanaan proses investasi dan deregulasi kebijakan. Deregulasi meliputi penyederhanaan kira-kira 160 peraturan di bidang investasi, industri, dan perdagangan.

Delegasi DPR menyampaikan kesempatan luas bagi para calon investor potensial dari luar negeri untuk melakukan hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi di Indonesia. DPR mendukung kebijakan pemerintah yang memberi kepastian hukum, kepastian investasi bagi perusahaan-perusahaan asing termasuk dari Amerika Serikat.

Pertemuan dengan Presiden Tempore Senat Amerika Serikat, Orrin Hatch

Pukul 10.00 – 10.45, Delegasi DPR dipimpin Ketua DPR Setya Novanto melakukan pertemuan dengan Senator Orrin Hatch, Senator Senior dan Presiden Pro Tempore Senat AS di Capitol, Washington DC.

Senator Hatch menghargai kunjungan Ketua DPR. Hubungan Indonesia–AS dipandang penting oleh Hatch terutama karena Indonesia adalah negara demokrasi yang besar dengan wilayah yang luas. Posisi Indonesia penting terutama menghadapi isu-isu regional dan global.

Sebagai mitra penting Indonesia, DPR mengharapkan Senat AS mendukung berbagai kesepakatan kerjasama bilateral kedua negara, diantaranya terkait kerjasama maritim, pertahanan dan perdagangan. DPR juga mengharapkan kerjasama antarparlemen bisa lebih ditingkatkan. Indonesia dan AS sudah memilki Kaukus parlemen Indonesia-AS, namun kita harapkan hubungan lebih baik. Hatch menyambut baik tawaran tersebut.

Sebagai negara yang memiliki pengaruh besar, DPR mengharapkan AS turut menjaga terciptanya stabilitas dan perdamaian dunia, termasuk di kawasan Asia Tenggara.

Wakil Ketua DPR sempat menyinggung perlunya perhatian bersama RI-AS di kawasan, khususnya dalam menangani masalah yang berkembang di Laut Cina Selatan.

Diskusi di USINDO (US – Indonesia Society)

Pukul 11.30 – 13.00, Delegasi DPR menghadiri USINDO Special Open Forum Luncheon di Cosmos Club, Washington DC yang dihadiri sekitar 120 tokoh bisnis, diplomat, akademisi, dan masyarakat umum AS yang menaruh perhatian pada hubungan AS-Indonesia. Presiden USINDO David Merril menjadi host kegiatan ini.

Sebagai pembicara tunggal, Ketua DPR RI menyampaikan peran DPR sekarang ini khususnya paska pilpres 2014 yang cukup dinamis. Ketua DPR menyampaikan arti penting hubungan Indonesia dan Amerika Serikat ke depan.

Ketua DPR menegaskan bahwa DPR kini memiliki peran kuat mengawasi jalannya pemerintahan dalam rangka checks and balances. Namun meskipun terjadi power block dalam bentuk dua koalisi besar (Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat), DPR mengedepankan kepentingan nasional, kepentingan rakyat.

DPR kini memiliki peran diplomasi untuk mendukung politik luar negeri Pemerintah sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 Tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), Pasal 69 ayat (2).

Perihal konflik Golkar internal yang ditanyakan peserta forum dari CSIS, dijelaskan oleh Ketua DPR RI bahwa hal tersebut tidak akan berpengaruh terhadap kinerja DPR.

Untuk mendukung kinerja DPR, dijelaskan oleh Ketua DPR bahwa DPR kini telah dilengkapi tambahan tenaga ahli (satu anggota 2 staf administrasi dan 5 tenaga ahli).

Dijelaskan oleh Ketua DPR bahwa keberadaan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara di DPR tidak diperlukan lagi karena sudah ada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sehingga tidak terjadi tumpang tindih pemeriksaan keuangan negara.

Terkait pengadaan alutsista TNI yang juga ditanyakan karena adanya pemotongan anggaran militer, dijelaskan oleh Ketua DPR bahwa pembaruan pengadaan alutsista TNI tetap diadakan dalam batas-batas keuangan negara. Dalam pengadaan alutsista DPR akan mendorong Pemerintah menjalankan ketentuan pengadaan sesuai dengan UU No. 16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan, yang pembuatannya merupakan inisiatif DPR, dimana upaya terciptanya transfer of technology alusista dapat terlaksana.

Peserta forum mengapresiasi langkah-langkah DPR dalam memperbaiki iklim investasi di tanah air, termasuk soal perizinan bagi investor asing.

Pertemuan dengan Ketua DPR Amerika Serikat, John Boehner

Pukul 13.30 – 14.30, Ketua DPR RI (Setya Novanto) dan Wakil Ketua DPR RI (Fadli Zon) melakukan pertemuan dengan Ketua DPR AS Mr. John Boehner di Gedung Kongres AS.

Kunjungan Ketua dan Wakil Ketua DPR RI ke Kongres AS diapresiasi oleh Ketua DPR AS John Boehner karena akan memperkuat hubungan AS dan Indonesia. John Boehner melihat Indonesia negara yang penting bagi Amerika Serikat dan kerjasama di berbagai bidang perlu diperkuat. Boehner menanyakan beberapa industri strategis yang menjadi prioritas Indonesia sekarang ini.

Ketua DPR RI meminta Kongres AS untuk mendukung berbagai kesepakatan kerja sama kedua negara. Peran Indonesia sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar dan berdemokrasi menjadi penting untuk menghambat gerakan radikal. Boehner sepakat kawasan Laut Cina Selatan merupakan kawasan yang harus dijaga stabilitasnya sehingga tetap kondusif bagi perdamaian.

Wakil Ketua DPR RI menyampaikan usulan peningkatan program kerja sama dengan Kongres AS terkait peningkatan kapasitas SDM parlemen, khususnya untuk peningkatan kapasitas peneliti dan pustakawan DPR RI melalui pelatihan di Congressional Research Service dan Library of Congress.

Boehner sangat mendukung usulan itu dan meminta kepada stafnya untuk menindaklanjuti proposal DPR RI.

Kunjungan ke Library of Congress

Kunjungan Ketua DPR dan Wakil Ketua DPR ke Library of Congress dilakukan pukul 15.00 – 17.00 dalam rangka mengetahui peran perpustakaan dan pelayanan riset bagi anggota parlemen. Library of Congress atau Perpustakaan Kongres adalah think tank parlemen. Perpustakaan ini memiliki koleksi 162 juta benda antara lain buku sekitar 40 juta judul. Didukung pegawai 3200 orang dan tenaga peneliti dari berbagai bidang sebanyak 600 orang.

Para anggota parlemen dapat mengakses semua informasi di perpustakaan Kongres ini termasuk layanan untuk penelitian baik diminta ataupun tidak. Ada koleksi Asia termasuk puluhan ribu buku tentang Indonesia di Perpustakaan ini. Semua bahan ini dapat digunakan juga oleh publik.

Ketua DPR dan Wakil Ketua DPR menyampaikan perlunya kerjasama dan dukungan Perpustakaan Kongres untuk DPR RI. Pihak Library of Congress siap memfasilitasi para staf pustakawan, peneliti untuk magang di Perpustakaan Kongres ini.

DPR menilai Perpustakaan Kongres bisa dijadikan contoh dan rujukan untuk merevitalisasi perpustakaan DPR yang ada sekarang. Di masa depan kita perlu memiliki perpustakaan yang representatif dan menjadi tulang punggung peneliti, tenaga ahli dan anggota DPR dalam menjalankan tugas legislatif

 

Sumber

Ini yang Dilakukan Anggota DPR Selama di AS

Ini yang Dilakukan Anggota DPR Selama di AS

Ini yang Dilakukan Anggota DPR Selama di AS 3

Beberapa agenda pertemuan sebagai kunjungan kerja anggota dewan telah dilakukan oleh pimpinan dan anggota DPR di Amerika Serikat.

Berikut merupakan hasil agenda pimpinan dan anggota dewan di Amerika Serikat sepanjang Kamis (10/9/2015) berdasarkan keterangan yang diterima oleh Tribunnews.com.

1. Pimpinan dan Anggota DPR RI melakukan pertemuan diskusi US-Asean Business Council di Wahington DC. Pertemuan tersebut dilakukan pukul 08.00 – 09.30. Pertemuan dihadiri Delegasi DPR (Setya Novanto, Fadli Zon, Nurhayati Aseegaf, Roem Kono, Robert Kardinal, dan Markus Nari) dan para pengusaha AS antara lain pimpinan korporasi Coca Cola, Philip Moris, General Electric, dan Freeport. US-ASEAN Business Council terdiri dari 140 perusahaan terkemuka AS. Menurut Informasi, pertemuan membahas kerjasama yang telah berlangsung dan peluang-peluang usaha serta pengembangan kerja sama ekonomi.

Para pengusaha AS juga sempat menanyakan kondisi ekonomi dan politik Indonesia. Mereka menyampaikan masih adanya berbagai kendala investasi di Indonesia terkait regulasi yang kurang kondusif maupun kurangnya kepastian investasi.

Para delegasi DPR mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi, termasuk penyederhanaan proses investasi dan deregulasi kebijakan. Deregulasi kebijakan yang dimaksud meliputi penyederhanaan kira-kira 160 peraturan di bidang investasi, industri, dan perdagangan.

Delegasi DPR juga menyampaikan kesempatan luas bagi para calon investor potensial dari luar negeri untuk melakukan hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi di Indonesia. DPR mendukung kebijakan pemerintah yang memberi kepastian hukum, kepastian investasi bagi perusahaan-perusahaan asing termasuk dari Amerika Serikat

2. Pertemuan dengan Senator Orrin Hatch pada pukul 10.00 – 10.45, Delegasi DPR yang dipimpin oleh Ketua DPR Setya Novanto melakukan pertemuan dengan Senator Orrin Hatch, Senator Senior dan Presiden Pro Tempore Senat AS di Capitol, Washington DC. Senator Hatch menghargai kunjungan Ketua DPR. Hubungan Indonesia–AS dipandang penting oleh Hatch terutama karena Indonesia adalah negara demokrasi yang besar dengan wilayah yang luas. Posisi Indonesia penting terutama menghadapi isu-isu regional dan global.

Sebagai mitra penting Indonesia, DPR mengharapkan Senat AS mendukung berbagai kesepakatan kerjasama bilateral kedua negara, diantaranya terkait kerjasama maritim, pertahanan dan perdagangan. DPR juga mengharapkan kerjasama antarparlemen bisa lebih ditingkatkan. Indonesia dan AS sudah memilki Kaukus parlemen Indonesia-AS, namun kita harapkan hubungan lebih baik. Hatch menyambut baik tawaran tersebut.

Sebagai negara yang memiliki pengaruh besar, DPR mengharapkan AS turut menjaga terciptanya stabilitas dan perdamaian dunia, termasuk di kawasan Asia Tenggara. Wakil Ketua DPR sempat menyinggung perlunya perhatian bersama RI-AS di kawasan, khususnya dalam menangani masalah yang berkembang di Laut Cina Selatan.

 

Sumber

Penjelasan Fadli Zon Terkait Konferensi Parlemen Sedunia

Penjelasan Fadli Zon Terkait Konferensi Parlemen Sedunia

Penjelasan Fadli Zon Terkait Konferensi Parlemen Sedunia

Wakil Ketua DPR Fadli mengatakan, agenda konferensi Ketua Parlemen sedunia yang dilakukan di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dihadiri oleh 148 negara.

Pertemuan tersebut kata Fadli, berlangsung dari tanggal 31 Agustus hingga 2 September 2015. Pada kesempatan itu Ketua DPR Setya Novanto, menyampaikan pendapat atas nama parlemen Indonesia.

“Begitu juga dalam diskusi panel, DPR lanjut dia, melakukan kegiatan bilateral dengan beberapa negara seperti Jepang, Jerman, Kroasia, Finlandia, dan beberapa negara lain. Agendanya cukup padat,” ujar Fadli dalam siaran pers yang diterima Sindonews, Senin (7/9/2015).

Fadli menegaskan, para Anggota DPR pergi ke AS menggunakan uang negara adalah untuk menghadiri sidang ketua perlemen dunia. Dan semua keuangan itu dikontrol. Fadli pun membantah jika anggota DPR yang ikut hingga 73 orang.

“Yang kita terima enggak ada yang luar biasa. Kalau ada yang bilang sampai 73 orang, itu fitnah. Hanya 14 orang dan staf,” jelasnya.

Setelah menghadiri konferensi parlemen sedunia, dia mengungkapkan, pihaknya akan bertandang ke Los Angeles, untuk bertemu masyarakat Indonesia. Kemudian lanjut ke Diaspora, lalu di San Fransisco. Fadli menjelaskan untuk ini, pihaknya menggunakan biaya sendiri.

“Karena kita menunggu jadwal. Dan di Washington DC, baru bertemu dengan Ketua Kongres AS,” tandasnya

 

Sumber