Blog

Anggota DPR Tidak Ada yang Bermalas-malasan

Anggota DPR Tidak Ada yang Bermalas-malasan

anggota-dpr-tidak-ada-yang-bermalas-malasan

Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengakui, tingkat kehadiran anggota DPR dalam rapat paripurna maupun rapat alat kelengkapan Dewan semakin menurun

Menurut dia, hal itu karena padatnya kegiatan para anggota DPR.

“Saya yakin Anggota DPR tidak ada yang bermalas-malasan. Cuma memang cukup banyak kegiatan sehingga kurang bisa mengatur waktu,” kata Fadli, saat dihubungi, Senin (14/11/2016).

Fadli menjelaskan, selain menghadiri rapat, anggota DPR juga harus bertemu dengan konstituen.

Selain itu, terkadang ada rapat yang waktunya bersamaan antara rapat di komisi, rapat fraksi, dan alat kelengkapan Dewan lainnya.

“Kami imbau ke anggota untuk atur jadwal dan prioritaskan rapat yang penting,” lanjut Fadli.

Fadli mengatakan, Pimpinan DPR tak pernah bosan selalu mengingatkan pimpinan 10 fraksi di DPR untuk mengimbau dan mengawasi kinerja anggotanya.

Hal ini akan disampaikan kembali dalam rapat pimpinan pengganti Bamus selanjutnya.

“Harus ada introspeksi dari masing-masing fraksi dan anggota,” kata dia.

Berdasarkan data yang dihimpun WikiDPR, dari total 11 rapat paripurna yang digelar pada masa sidang pertama tahun 2016-2017 (periode 16 Agustus hingga 28 Oktober 2016), kehadiran anggota hanya 41,79 persen.

Angka tersebut menurun dari beberapa masa sidang sebelumnya.

Misalnya, pada masa sidang ketiga periode 2015-2016 (11 Januari hingga 18 Maret 2016) sejumlah 53 persen, masa sidang keempat periode 2015-2016 (6 April hingga 29 April 2016) sejumlah 55 persen, serta masa sidang kelima (17 Mei hingga 28 Juli 2016) sejumlah 45 persen.

Ketua DPR RI Ade Komarudin mengaku gelisah terkait presensi DPR yang terus menurun itu.

 

Sumber

Keris Sudah Jadi Bagian dari Ekonomi Kreatif

Keris Sudah Jadi Bagian dari Ekonomi Kreatif

keris-sudah-jadi-bagian-dari-ekonomi-kreatif

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon terpilih menjadi Ketua Umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI).

Fadli terpilih dalam Kongres SNKI ke-2 yang berlangsung di Gedung Sungging Prabangkara, Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Sabtu (12/11/2016).

Fadli menjabat sebagai Ketum SNKI periode 2016-2021 secara aklamasi menggantikan mantan Menteri Tenaga Kerja Erman Suparno, MBA.

Dalam kongres yang dihadiri oleh ratusan delegasi paguyuban, empu, kolektor, dan pelaku budaya perkerisan lainnya yang berasal dari seluruh Indonesia itu, Fadli menyatakan bahwa keterlibatannya dalam SNKI adalah bentuk pengabdian.

“SNKI adalah organisasi yang penting dalam merawat dan mengembangkan kebudayaan perkerisan. Selain batik, atau wayang, keris adalah warisan kebudayaan nusantara yang telah diakui dunia. Budaya ini harus dilestarikan,” ungkap Fadli dalam keterangan pers, Minggu (13/11/2016).

Fadli mengingatkan budaya adalah elemen penting pembentukan karakter, sekaligus menjadi identitas yang membedakan satu komunitas atau bangsa dari komunitas dan bangsa lainnya.

Tanpa budaya, kata Fadli, orang jadi tidak memiliki identitas.

“Keris ini adalah budaya nusantara. Budaya perkerisan bukan hanya dikenal dalam masyarakat Jawa, tapi juga Sunda, Madura, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, serta Sunda Kecil. Jadi, budaya keris hidup merentang mulai dari barat hingga ke timur nusantara. Benar-benar merupakan warisan kebudayaan yang memiliki akar jauh,” kata Waketum Gerindra itu.

Fadli juga menyampaikan sejumlah rencananya untuk memperkuat organisasi SNKI serta melestarikan budaya perkerisan.

Ia mengingatkan keris telah menjadi salah satu cinderamata kenegaraan dalam kegiatan diplomasi. Keris juga sudah menjadi bagian dari ekonomi kreatif.

“Ke depan, kita harus makin mendorong kajian keilmuan atas budaya perkerisan, agar budaya keris ini bisa menjadi ilmu pengetahuan yang dapat dipelajari oleh anak-anak di bangku sekolah. Tanpa kajian keilmuan, kebudayaan bisa mati, karena hanya akan dianggap sebagai artefak belaka,” kata Fadli.

Fadli mengatakan keris tak berbeda jauh dengan benda seni bernilai tinggi lainnya. Ia mengibaratkan keris seperti lukisan.

“Keris bisa punya ‘story’ dan juga ‘history’, yang membuatnya bisa bernilai sangat tinggi. Namun kadang terjadi ‘moral hazard’. Karenanya, seperti halnya lukisan, keris juga perlu mendapatkan kurasi dan sertifikasi, untuk melindungi para penggemar keris. Di situ SNKI bisa berperan memberikan supervisi,” ungkap Fahri.

Keris telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan agung budaya dunia tahun 2005. SNKI juga menjadi organisasi yang terakreditasi di UNESCO disamping organisasi wayang dan tradisi lisan.

 

Sumber

Fadli Zon Terpilih Jadi Ketua Umum Perkerisan Nasional Indonesia

Fadli Zon Terpilih Jadi Ketua Umum Perkerisan Nasional Indonesia

fadli-zon-terpilih-jadi-ketua-umum-perkerisan-nasional-indonesia

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon terpilih menjadi Ketua Umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) dalam Kongres ke-2 SNKI di Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Fadli terpilih secara aklamasi menggantikan mantan Menteri Tenaga Kerja Erman Suparno.

“SNKI adalah organisasi yang penting dalam merawat dan mengembangkan kebudayaan perkerisan,” kata Fadli Zon dalam keterangan tertulis Minggu (13/11/2016).

“Selain batik atau wayang, keris adalah warisan kebudayaan Nusantara yang telah diakui dunia. Budaya ini harus dilestarikan,” ucapnya.

Fadli akan memimpin organisasi yang menghimpun paguyuban dan pelaku budaya perkerisan itu untuk periode 2016-2021.

Hadir 156 organisasi paguyuban keris se-Indonesia dan para empu, perajin, kolektor, dan sesepuh dunia perkerisan dalam kongres tersebut.

Fadli, yang telah tertarik dan mengoleksi keris sejak zaman mahasiswa, menyatakan bahwa keterlibatannya dalam SNKI adalah bentuk pengabdian.

“Budaya adalah elemen penting pembentukan karakter, sekaligus menjadi identitas yang membedakan satu komunitas atau bangsa dari komunitas dan bangsa lainnya. Tanpa budaya, orang jadi tidak memiliki identitas. Itu sebabnya kita harus melestarikan dan mengembangkan kebudayaan, termasuk keris ini,” kata dia.

Fadli mengatakan, keris adalah budaya Nusantara yang tak hanya dikenal dalam masyarakat Jawa, tetapi juga Sunda, Madura, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, serta Sunda Kecil.

“Jadi, budaya keris hidup merentang mulai dari barat hingga ke timur Nusantara. Benar-benar merupakan warisan kebudayaan yang memiliki akar jauh,” ucapnya.

Sebagai Ketua Umum SNKI yang baru, Fadli akan memperkuat organisasi SNKI serta melestarikan budaya perkerisan. Salah satunya ialah dengan menjadikan keris sebagai cendera mata.

“Saat ini keris telah menjadi salah satu cendera mata kenegaraan dalam kegiatan diplomasi kita. Keris juga sudah menjadi bagian dari ekonomi kreatif,” ujar Fadli.

Fadli juga berharap SNKI dapat mendorong kajian keilmuan atas budaya perkerisan agar budaya keris ini bisa menjadi ilmu pengetahuan yang dapat dipelajari oleh anak-anak di bangku sekolah.

“Tanpa kajian keilmuan, kebudayaan bisa mati karena hanya akan dianggap sebagai artefak belaka,” tuturnya.

Sebagai bagian dari ekonomi kreatif, Fadli menyampaikan jika keris tak berbeda jauh dengan benda seni bernilai tinggi lainnya.

“Keris ini mirip lukisan. Keris bisa punya story dan juga histori, yang membuatnya bisa bernilai sangat tinggi. Namun, kadang terjadi moral hazard. Karenanya, seperti halnya lukisan, keris juga perlu mendapatkan kurasi dan sertifikasi untuk melindungi para penggemar keris. Di situ SNKI bisa berperan memberikan supervisi,” kata dia.

Keris telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan agung budaya dunia tahun 2005. SNKI juga menjadi organisasi yang terakreditasi di UNESCO di samping organisasi wayang dan tradisi lisan.

 

Sumber

Fadli Zon minta Jokowi ralat pernyataan aktor politik tunggangi demo

Fadli Zon minta Jokowi ralat pernyataan aktor politik tunggangi demo

fadli-zon-minta-jokowi-ralat-pernyataan-aktor-politik-tunggangi-demo

Sudah delapan hari berlalu sejak digelarnya demo oleh sejumlah ormas Islam terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI non-aktif Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) yang berujung ricuh. Presiden Joko Widodo menyebut aktor politik tunggangi demo seolah membuat masalah yang sudah ada menjadi semakin kusut.

Terkait dengan hal ini, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon meminta agar Jokowi meralat ucapannya tersebut agar tidak menyebabkan kesalahpahaman.

“Ini sudah delapan hari. Namun, hingga kini belum disebut siapa aktor intelektual yang tunggangi demo. Tolong disebut siapa aktornya. Atau menurut saya, diralat saja, bahwa tidak ada, atau salah ngomonglah. Agar tidak menimbulkan tanda tanya, dan saling curiga,” kata Fadli saat ditemui di Kongres Nasional I Alumni KAMMI, di Hotel Kartika Chandra, Sabtu (12/11).

Saat disinggung apakah ucapan Jokowi hanya pengalihan isu, Fadli tidak menampil hal tersebut. Menurut Fadli, sebenarnya yang jadi pokok masalah adalah soal penistaan agama. Maka masalah itulah yang harus diselesaikan.

“Sumber dari masalah adalah saudara Basuki Tjahaja Purnama yang melakukan penistaan agama. Kalau ini selesai, semua masalah selesai. Kalau ini tidak selesai maka akan timbul masalah yang baru,” pungkasnya.

 

Sumber

Wiranto Sorot Politikus Demo 4 November, Fadli Zon: Jangan Tambah Kekisruhan

Wiranto Sorot Politikus Demo 4 November, Fadli Zon: Jangan Tambah Kekisruhan

jangan-tambah-kekisruhan

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Kemananan, Wiranto, menyoroti para politikus yang ikut berdemonstrasi 4 November lalu. Salah satu politisi yang ikut berorasi di demo besar itu yakni Wakil Ketua DPR dari Partai Gerindra, Fadli Zon, bereaksi.

“Wiranto jangan menambah kekisruhan dengan pernyataan-pernyataan yang tak jelas,” kata Fadli saat berbincang, Rabu (9/11/2016).

Selain Fadli ada politisi lain dalam demo 4 November lalu itu, seperti Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Amien Rais dari PAN, anggota DPD RI Fahira Idris, Ratna Sarumpaet, hingga Lily Wahid.

Fadli Zon ingin Wiranto terbuka saja menunjuk hidung siapa yang mendalangi demonstrasi itu. Soalnya Presiden Jokowi menyebut ada aktor politik yang menunggangi demo berujung ricuh itu.

“Sebut saja siapa dalang demonstrasi, sebut saja aktor politik yang menunggangi kerusuhan,” kata Fadli.

Bila saja Wiranto mau menyebut dalang kerusuhan, maka pernyataan Wiranto bisa dites keabsahannya. “Cobalah di-share informasinya agar bisa kita uji kebenarannya,” pinta Fadli.

Fadli justru menduga ada pihak yang membisiki Presiden Jokowi agar tak menemui demonstran 4 November. Menurut Fadli, hal ini perlu diseriusi.

“Menurut informasi yang beredar justru ada pihak-pihak yang menganjurkan agar Presiden tak menerima delegasi demonstran. Ini yang perlu diselidiki. Termasuk informasi intelijen yang gagal mengantisipasi jumlah pengunjuk rasa,” kata Fadli.

Dia kini balik menyoroti Wiranto yang pernah menjadi Menteri Pertahanan Keamanan dan Panglima ABRI di pengujung Orde Baru itu. “Wiranto bukanlah orang yang cukup berprestasi menangani massa dan konflik. Lihat kasus Mei 1998, lepasnya Timor Timur, konflik Ambon, dan lain-lain,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Jokowi menyebut adanya aktor politik yang menunggangi aksi damai berujung ricuh pada 4 November 2016. Wiranto kemudian berkomentar bahwa memang ada politikus-politikus yang terlihat jelas di arena demo.

“Ya enggak usah dijawab, itu kan Anda sendiri lihat kan. Kita lihat memang ada tokoh-tokoh politik yang masuk ke dalam arena demonstrasi. Ya itu sudah terjawab,” jawab Wiranto di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (8/11) kemarin.

Berarti aktor politik yang dimaksud itu memang yang ikut berdemonstrasi?

“Itu kan terserah Anda sendiri menerjemahkannya, terserah. Kita enggak bisa tuduh-menuduh. Tapi kan pada kenyataannya, kan banyak politisi yang juga hadir dalam arena itu. Terjemahannya bagaimana? Itu kembali lagi kita tidak usah tuduh-menuduh,” jawab Wiranto.

 

Sumber

Dari Awal, Saya Sudah Yakin Trump Bakal Menang

Dari Awal, Saya Sudah Yakin Trump Bakal Menang

dari-awal-saya-sudah-yakin-trump-bakal-menang

Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengaku tak terkejut dengan kemenangan Donald Trump di Pilpres Amerika Serikat. Menurutnya, program yang ditawarkan Trump lebih baik dibanding pesaingnya, Hillary Clinton.

“Saya kira ini kemenangan cukup telak dari Donald Trump. Saya dari awal memang sudah yakin bahwa Trump akan menang. Melihat konfigurasi rakyat AS saya yakin apa yang disampaikan dalam kampanye soal Islam, imigran itu retorika kampanye. Tidak akan dia lakukan,” kata Fadli saat dihubungi, Rabu (9/11/2016).

Menurut Fadli, dengan terpilihnya Trump hubungan Indonesia-AS akan menjadi lebih baik. Trump adalah sosok yang akan membangun AS dengan bakat kewirausahaannya.

“Buat Indonesia akan lebih bagus, karena kalau Donald Trump pasti kerjasamanya lebih pada arah bisnis, enterpreneur. Bahkan dia sendiri mengatakan dia adalah seorang builder,” ungkap dia.

“Sementara Hillary, dia akan ikut campur dalam urusan seperti Timteng kan banyak kebijakan Hillary, hancur-hancuran dan sebagainya. Kalau Hillary memang akan ikut campur urusan seperti Papua,” sambungnya.

Berdasarkan penghitungan yang dilansir media ternama Washington Post, Rabu (9/11/2016), Trump telah meraih 276 electoral vote, meninggalkan rivalnya, Hillary Clinton yang meraih 218 electoral vote. Dengan perolehan ini berarti Trump telah melampaui ketentuan 270 electoral vote yang harus direbutnya untuk memenangkan pilpres.

Puisi Fadli Zon Sindir Pelindung Penista Agama

Puisi Fadli Zon Sindir Pelindung Penista Agama

puisi-fadli-zon-sindir-pelindung-penista-agama

Wakil Ketua DPR Fadli Zon meluapkan isi hatinya melalui sebuah puisi terkait Aksi Bela Islam pada Jumat, 4 November 2016 lalu. Puisi tersebut dibuat Fadli Zon sehari usai aksi yang diikuti ratusan ribu massa tersebut.

Dalam rilis yang diterima SINDOnews, pada Selasa (8/11/2016), puisi tersebut berisi kekaguman Fadli Zon dengan kehadiran jutaan massa dalam Aksi Bela Islam tersebut. Berikut puisi Fadli Zon yang berjudul “Tak Pernah Terbayang”.

Tak pernah terbayang
Jutaan rakyat berbaris datang
Dari gang sempit, kampung, kompleks perumahan
Dari apartemen, blok petakan sampai lokasi gusuran
Semua sepakat menuntut keadilan

Tak pernah terbayang
Jutaan umat berbaju putih berwajah bersih
Memenuhi musala, masjid dan lapangan
Berbekal samudera keikhlasan
Saling berbagi penuh persaudaraan
Menggalang jaringan kekuatan
Semua sepakat membela keyakinan

Tak pernah terbayang
Para ulama, habaib dan kiai turun ke jalan
Bersorban keberanian
Semangat membalut perjuangan
Salawat sepanjang perjalanan
Semua sepakat mendudukkan kebenaran

Hukum telah diinjak-injak penguasa
Aparat belepotan lindungi sang penista
Media komprador siarkan dusta
Fitnah berceceran di dunia maya
Tuan rumah Istana pergi entah ke mana

Tak pernah terbayang
Jutaan manusia teriak lantang
Takbir menguasai gelanggang
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar!
Dan lagu Indonesia Raya berkumandang
Bangunlah jiwanya bangunlah badannya
Demonstran mengacungkan kepalan tangan
Tak peduli lagi segala ancaman
Semua sepakat menuntut keadilan

Hari itu kurasakan
Denyut nadi revolusi
Menggerakkan hati nurani
bersiap melawan tirani

Fadli Zon, 5 November 2016
Setelah mengikuti Aksi Bela Islam, 4 November 2016.

 

Sumber

Fadli Zon buka Parlemen Remaja 2016

Fadli Zon buka Parlemen Remaja 2016

fadli-zon-buka-parlemen-remaja-2016
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon membuka orientasi Parlemen Remaja 2016 sebagai ajang menyiapkan generasi muda menjadi pemimpin masa depan.
“Berpolitik itu indah dan politik itu tidak kotor. Semua bergantung pada pribadi politisi yang bersangkutan,” katanya dalam pembukaan di Bogor, Jawa Barat, Selasa, seperti dilansir keterangan tertulis.
Fadli menyerukan generasi muda agar mau terjun ke gelanggang politik untuk ikut membangun bangsa, dan salah satu wadah penting dalam berpolitik adalah partai dan parlemen. Keberadaan parlemen, menurut dia, sangat penting untuk menciptakan check and balances terhadap semua kebijakan pemerintah.
“Panggung politik nasional harus diisi putra putri terbaik bangsa. Dan orang-orang baik jangan diam saja menjadi penonton. Dia harus tampil berpolitik. Dengan menjadi politisi, semua pihak bisa ikut serta merumuskan kebijakan publik yang pro rakyat,” ucapnya.
Acara ini diikuti 136 peserta dari 34 provinsi di Indonesia. Mereka terpilih dari tiga ribuan peserta yang mendaftar. Satu provinsi diwakili empat siswa dari SMA, SMK, atau MA.
Para siswa ini melakukan banyak kegiatan layaknya seorang anggota dewan. Pada hari ini para siswa menggelar simulasi rapat DPR RI. Dilanjutkan dengan simulasi rapat-rapat komisi. Bahkan, para peserta juga melakukan simulasi kunjungan kerja ke Cianjur, Jawa Barat.
Acara Parlemen Remaja yang dihelat setiap tahun ini, merupakan bagian dari pendidikan politik bagi generasi muda. Dan Parlemen Remaja 2016 kali ini mengambil tema DPR Menuju Parlemen Modern. Acara digelar di Bogor dan Jakarta pada 7-11 November 2016.
Sumber
Fadli Zon Ajak Generasi Muda Terjun ke Gelanggang Politik

Fadli Zon Ajak Generasi Muda Terjun ke Gelanggang Politik

fadli-zon-ajak-generasi-muda-terjun-ke-gelanggang-politik-2

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon secara resmi membuka orientasi Parlemen Remaja 2016. Kegiatan ini menjari momen penting menyiapkan generasi muda menjadi pemimpin masa depan.

Bertempat di Bogor, Jawa Barat, Senin (7/11), Fadli menyerukan generasi muda agar mau terjun ke gelanggang politik untuk ikut membangun bangsa. Dan salah satu wadah penting dalam berpolitik adalah parpol dan parlemen. Karena keberadaan parlemen sangat penting untuk menciptakan check and balance terhadap semua kebijakan pemerintah.

“Berpolitik itu indah dan politik itu tidak kotor. Semua bergantung pada pribadi politisi yang bersangkutan,” katanya di hadapan para peserta orientasi Parlemen Remaja 2016.

Panggung politik nasional harus diisi putra putri terbaik bangsa. Dan orang-orang baik jangan diam saja menjadi penonton. Dia harus tampil berpolitik, ucap Fadli. Dengan menjadi politisi, semua pihak bisa ikut serta merumuskan kebijakan publik yang pro rakyat.

Pada kesempatan tersebut, Fadli juga menjelaskan sejarah panjang politik nasional. Indonesia merupakan negara demokratis terbesar ketiga setelah Amerika dan India.

Sebelumnya, Sekjen DPR RI Winantuningtyas Titi Swasanany menjelaskan, acara ini diikuti 136 peserta dari 34 provinsi di Indonesia. Mereka terpilih dari tiga ribuan peserta yang mendaftar. Satu provinsi diwakili empat siswa dari SMA, SMK, atau MA.

Para siswa ini melakukan banyak kegiatan layaknya seorang anggota dewan. Pada Selasa, misalnya, para siswa menggelar simulasi rapat DPR RI. Dilanjutkan dengan simulasi rapat-rapat komisi. Bahkan, para peserta juga melakukan simulasi kunjungan kerja ke Cianjur, Jawa Barat.

Acara Parlemen Remaja yang dihelat setiap tahun ini, merupakan bagian dari pendidikan politik bagi generasi muda. Dan Parlemen Remaja 2016 kali ini mengambil tema DPR Menuju Parlemen Modern. Acara dihelat di Bogor dan Jakarta, 7-11 November 2016.

 

Sumber

Fadli Zon Bikin Puisi Usai Ikut Demo 4 November

Fadli Zon Bikin Puisi Usai Ikut Demo 4 November

fadli-zon-bikin-puisi-usai-ikut-demo-4-november

Demonstrasi besar Aksi Bela Islam II pada Jumat pekan lalu telah usai. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon yang juga salah satu peserta aksi membuat sebuah puisi keesokan harinya.

“Tak Pernah Terbayang”, puisi yg saya tulis sehari setelah mengikuti aksi demonstran #Jumat411,” tulisnya lewat akun Twitter pribadinya @fadlizon, Selasa, 8 November 2016.

TAK PERNAH TERBAYANG

tak pernah terbayang
jutaan rakyat berbaris datang
dari gang sempit, kampung, komplek perumahan
dari apartemen, blok petakan sampai lokasi gusuran
semua sepakat menuntut keadilan

tak pernah terbayang

jutaan umat berbaju putih berwajah bersih
memenuhi mushola, masjid dan lapangan
berbekal samudera keikhlasan
saling berbagi penuh persaudaraan
menggalang jaringan kekuatan
semua sepakat membela keyakinan

tak pernah terbayang
para ulama, habaib dan kyai turun ke jalan
bersorban keberanian
semangat membalut perjuangan
shalawat sepanjang perjalanan
semua sepakat mendudukkan kebenaran

hukum telah diinjak-injak penguasa
aparat belepotan lindungi sang penista
media komprador siarkan dusta
fitnah berceceran di dunia maya
tuan rumah Istana pergi entah kemana

tak pernah terbayang
jutaan manusia teriak lantang
takbir menguasai gelanggang
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar!
dan lagu Indonesia Raya berkumandang
Bangunlah jiwanya bangunlah badannya
demonstan mengacungkan kepalan tangan
tak peduli lagi segala ancaman
semua sepakat menuntut keadilan

hari itu kurasakan
denyut nadi revolusi
menggerakkan hati nurani
bersiap melawan tirani

*Fadli Zon, 5 Nopember 2016
Setelah mengikuti Aksi Bela Islam, 4 Nopember 2016.

Politikus Partai Gerindra ini menjadi salah satu tokoh yang ikut aksi dan menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama diadili atas dugaan penistaan agama. Selain Fadli, tampak pula Wakil Ketua DPR lainnya Fahri Hamzah.

Sepekan sebelum aksi, Fadli dan Fahri menerima kunjungan delegasi organisasi masyarakat Islam yang dipimpin oleh Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab di kompleks parlemen. Saat itu, mereka diminta untuk ikut ke jalan dan mendorong agar pemerintah mau memproses Basuki atau Ahok.

Aksi 4 November 2016 diikuti ratusan ribu massa dari berbagai daerah di Indonesia. Namun, keinginan massa untuk bertemu Presiden Joko Widodo tak berhasil lantaran ia tak ada di Istana Negara.

 

Sumber