Pembangunan infrastruktur itu kewajiban bukan prestasi

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon mengkritik kinerja Presiden Jokowi dengan mengatakan pembangunan infrastruktur adalah kewajiban dari pemerintah sebagai pemimpin negara. Ia mengatakan hal itu bukan sebuah prestasi untuk dibanggakan.

Fadli mengatakan pemerintah tidak memiliki road map yang jelas, sehingga pembangunan infrastruktur menjadi etalase politik.

“Banyak klaim keberhasilan pembangunan pemerintah tak sesuai kenyataan atau bertolak belakang dengan rencana awal yang dijanjikan. Pemerintah tak punya road map yang jelas, karena orientasinya menjadikan pembangunan hanya etalase politik,” kata Fadli dalam keterangan tertulis, Rabu (02/01/2019).

adli mengatakan janji Presiden Jokowi yang awalnya memperjuangkan “Revolusi Mental”, malah berganti dan lebih fokus pada pembangunan infrastruktur. Ia mengatakan pemerintah pusat juga sering mengklaim kesuksesan pembangunan dari pemerintah daerah.

“Pembangunan Bandara Kertajati di Majalengka sebenarnya keberhasilan pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah Gubernur Ahmad Heryawan, tapi kini diklaim seolah hasil pemerintah pusat sekarang,” ujarnya.

Fadli menilai pembangunan infrastruktur itu gagal mendorong pertumbuhan ekonomi yang dijanjikan 7 sampai 8 persen. Ia mengatakan pembangunan harus dilakukan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan, bukan berdasarkan etalase politik.

“Dalam empat tahun terakhir, misalnya, anggaran publik dan juga utang sektor publik secara jor-joran digunakan untuk pembangunan infrastruktur, dengan mengabaikan kebutuhan lainnya. Jika hasil pembangunan itu utilisasinya minim, bukankah itu merugikan dana publik yang telah dihabiskan?,” tuturnya.

Selain itu, Fadli menjelaskan keberhasilan pembangunan jalan tol Jokowi tidak mendidik masyarakat mengenai paradigma kebijakan transportasi. Ia menilai pembangunan jalan tol itu adalah obsesi pembangunan yang salah.

“Jalan tol adalah obsesi pembangunan yang salah, karena jalan tol yang kini ada sebenarnya hanyalah infrastruktur bagi kendaraan pribadi, hanya memberikan insentif bagi pengguna kendaraan pribadi atau operator transportasi yang bersifat privat. Padahal yang mestinya dibangun pemerintah adalah sarana transportasi publik berbasis rel, bukannya jalan tol,” jelasnya.

Selanjutnya, Fadli mengatakan janji pemerintah yang ingin membangun tol laut menjadi aneh. Sebab, menurutnya pemerintahan Jokowi malah fokus pada pembangunan jalan tol darat.

“Lebih aneh lagi, yang semula dijanjikan pemerintah kan sebenarnya adalah pembangunan tol laut, tapi kemudian yang dibangun tol darat,” pungkasnya.

Sumber

© Copyright 2015.