fadli zon bersama kedubes khazakstan

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menerima kunjungan Duta Besar Kazakhstan untuk Republik Indonesia Daniyar Sarekenov, guna mempererat kerja sama Indonesia dengan Kazakhstan. Kerja sama yang dimaksud berupa hubungan antar kedua negara melalui Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB), agar dapat membuka pasar yang luas, seperti kerja sama bisnis, ekonomi, perdagangan, maupun kerja sama lain di bidang lain baik pertahanan maupun bidang-bidang yang diinginkan kedua negara.

“Kedua negara sudah ada kerja sama melalui GKSB, yang sudah kita dirikan sejak 2 tahun lalu. Tentu, kita dalam diplomasi parlemen mendukung diplomasi kedua negara supaya kita bisa membuka pasar yang luas, kerja sama bisnis, ekonomi, perdagangan, dan sebagainya, maupun kerja sama lain di bidang lain, baik pertahanan maupun bidang-bidang yang kedua negara inginkan,” ujar Fadli usai menerima kunjungan Dubes Kazakhstan di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Senin (12/8/2019).

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Korpolkam) ini juga mengundang Dubes Kazakhstan untuk turut hadir pada World Parliamentary Forum on Sustainable Development Goals (WPFSD) di Bali, September mendatang. “Undangan itu ditujukan kepada Dubes maupun Parlemen Kazakhstan agar dapat turut hadir dalam World Parliamentary Forum on SDGs yang ketiga di Bali pada bulan depan September mendatang,” tandas Fadli.

Sebelumnya, politisi Fraksi Partai Gerindra ini bersama dengan Dubes Kazakhstan juga mendiskusikan mengenai persiapan konferensi Eurasia (Europe–Asia) yang akan dilaksanakan tanggal 25 September di ibu kota Kazakhstan, Astana, yang sekarang berubah menjadi Kota Nur Sultan. Acara tersebut diikuti oleh 55 negara dan Indonesia akan mengirimkan 5 delegasi dalam acara tersebut.

“Mereka datang dalam rangka untuk diskusi tentang persiapan Konferensi Euro Asia yang akan diselenggarakan kota Nur Sultan pada tanggal 25 September mendatang. DPR RI akan mengirim delegasi 5 orang dalam kegiatan Konferensi Euro Asia yang biasanya diikuti oleh 55 negara,” pungkas legislator dapil Jawa Barat V itu.

 

Sumber

© Copyright 2015.