benk

Parlemen Polandia-Indonesia berkomitmen terus melawan dan memberantas aksi terorisme serta membantu menuntaskan krisis etnis Rohingya yang terusir dari Rakhen akibat keganasan angkatan bersenjata Myanmar.

Demikian antara lain hasil pembicaraan Wakil Ketua DPR RI koordinator bidang politik dan keamanan, Fadli Zon usai diterima Wakil Ketua Parlemen Polandia, Ryszard Terjecki di ruang pertemuan Gedung Parlemen Polandia di Warsawa, pekan ini.

Siaran pers pemberitaan DPR RI, Rabu (22/11) malam menyebutkan, dalam pertemuan terbatas itu, Fadli Zon didampingi Ahmad Riza Patria, Biem Benyamin dari Fraksi Partai Gerindra, Anang Hermansyah (PAN) serta Hari Kartana (Demokrat).

Pertemuan itu merupakan kunjungan kerja DPR RI dalam usaha menguatkan diplomasi bilateral kedua negara khususnya di bidang pertanian, pendidikan, perdagangan dan pariwisata.

Itu adalah bagian diplomasi parlemen Indonesia dalam mempererat hubungan bilateral yang telah ada dengan beberapa MoU sebelumnya.

Adanya Polish-Indonesia Parliamentary Group (PIPG) yang diketuai Pietrasszewska Danuta (Partai PO) 2016 dan dibentuknya Kelompok Kerja Sama Parlemen Indonesia-Polandia (2015) menjadi bukti bahwa kedua negara sudah sejak lama menjalin diplomasi bilateral yang baik.

Di sela-sela pembicaraan mengenai penguatan diplomasi bilateral Indonesia-Polandia, Fadli Zon juga mengapresiasi sikap parlemen Uni Eropa khususnya Polandia yang mendukung resolusi untuk Myanmar.

Fadli Zon menyampaikan kepada rekannya di Parlemen Polandia bahwa Indonesia adalah negara yg mengusulkan Resolusi terhadap kasus Rohingya di Myanmar di sidang IPU lalu.

“Kami berterimakasih atas sikap parlemen Uni-Eropa yg mendukung keputusan IPU terkait Resolusi Konflik Rohingya, Myanmar” kata Fadli Zon yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya itu.

Ini menjadi bukti, kata Fadli Zon bahwa Indonesia dan Polandia sama-sama memiliki komitmen kuat dalam melawan segala bentuk terorisme dan menghargai kebebasan Hak Asasi Manusia (HAM) yang terus menerus didengungkan pihak yang menginginkan adanya perdamaian dunia itu.

“Saya berharap adanya dukungan yang lebih aktif lagi dalam kerjasama di forum-forum internasional, salahsatunya dukungan pencalonan sebagai anggota Dewan HAM PBB periode 2020-2022,” demikian Fadli Zon.

 

Sumber

© Copyright 2015.