Sampai saat ini Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) belum mengambil keputusan terkait tawaran untuk masuk koalisi Kabinet Indonesia Bersatu II sehingga belum menyiapkan kadernya, termasuk Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto, untuk bergabung ke pemerintah.
“Kami masih melihat, apakah bisa membantu pemerintah dalam menyelamatkan ekonomi rakyat,” katanya. Dia juga menambahkan bahwa apakah Gerindra masuk kabinet dan siapa nama-nama yang akan mengisi kabinet akan diputuskan oleh Prabowo sebagai ketua dewan pembina partai.

Menurut dia, kalau partainya bergabung ke kebinet maka posisinya haruslah menjadi penggerak perubahan seperti dalam mengefektifkan perusahaan-perusahaan di bawah badan usaha milik negara dan dalam upaya kemandirian pangan. Oleh karena itu, sebelum menerima tawaran, Fadli Zon mengungkapkan akan mempertimbanghkannya secara matang.

Menurut dia, Gerindra tidak akan mengejar posisi menteri di pemerintahan SBY, akan tetapi Gerindra melihat apakah ada peluang kader Gerindra menduduki kursi menteri yang sesuai dengan cita-cita partai. Hanya saja Fadli Zon tidak mau berspekulasi apakah kader Gerindra akan mengisi posisi Kementrian Pertanian dan BUMN.

“Belum ditetapkan,” ujarnya menegaskan.

Posisi tawar Partai Gerindra belakangan terus menguat, terutama sejak sikap partai ini sama dengan Partai Demokrat ketika menolak usulan Hak Angket Mafia Pajak di Dewan Perwakilan Rakyat. Setelah itu, Partai Demokrat semakin gencar merayu Gerindra untuk berkoalisi memperkokoh pemerintahan SBY-Boediono.

© Copyright 2015.