Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah membalas surat Partai Gerindra terkait prasyarat untuk masuk dalam koalisi. Namun dalam surat SBY tersebut tak memiliki keistimewaan.

“Itu bagian komunikasi politik, biasa saja tidak ada yang istimewa,” kata Wakil Ketua Fadli Zon saat berbincang dengan INILAH.COM, Jakarta, Selasa (22/3/2011).

Fadli juga mengatakan surat yang disampaikan SBY kepada Gerindra tidak menyinggung akan adanya reshuffle. Namun isu surat tersebut mengajak Gerindra untuk kerja sama membangun bangsa. “Ada, ajakan kerjasama untuk membangun kepentingan bangsa,” ujarnya.

Menurut Fadli Zon, surat SBY itu adalah bentuk proses komunikasi yang belum selesai antara Gerindra dengan SBY. Hal ini biasa dalam menjalin komunikasi politik.

Seperti diberitakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah membalas surat Partai Gerindra yang berisi persyaratan koalisi. Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menjelaskan isi surat tersebut masih bersifat normatif.

Namun, Gerindra menyambut baik surat dari SBY tersebut. Karena terbesit di dalam surat tersebut, Presiden SBY mau membina hubungan yang lebih baik dengan Gerindra. “Sepertinya sinyal yang bagus,” ujarnya.

© Copyright 2015.