wakil ketua dpr ri fadli zon

Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, menilai Polisi harusnya menangkap penyebar manifes perjalanan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Menurutnya, manifes adalah hal privat.

“Itu kan hal privat. Kenapa kok disebar? Itu kan pelanggaran UU ITE. Harusnya polisi langsung menangkap yang menyebar itu,” kata Fadli di Masjid At-Tin, Jakarta Timur dikutip dari laman detik.com, Kamis (30/5/2019).

Dia merasa heran mengapa kepergian Prabowo ke luar negeri disorot. Fadli, yang juga Wakil Ketua DPR ini menilai harusnya semua pihak lebih menyoroti persoalan tewasnya sejumlah orang saat ada kerusuhan pada aksi 21 Mei 2019.

“Mau cek kesehatan kek, mau ketemu orang, mau ngopi-ngopi di luar apa urusannya? Nggak ada urgensinya,” ucap Fadli.

“Kenapa isu kematian orang ini nggak diangkat, ada orang meninggal ada yang menghilang, kenapa nggak diangkat,” sambungnya.

Sebelumnya, Prabowo disebut bertolak ke Dubai bersama rombongan. Prabowo bertolak ke Dubai menggunakan jet pribadi. Eks Danjen Kopassus itu lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma pada pukul 08.14 WIB, Selasa (28/5).

Ada sejumlah nama yang ikut dalam penerbangan itu. Yakni, asisten pribadi Prabowo Tedy Arman, Yuriko Fransiska Karundeng, Gibrael Habel Karapang, Mikhail Davydov dan Amzhelika Butaeva yang merupakan warga negara Rusia, Justin warga negara Amerika Serikat, serta Mischa Gemermann yang merupakan warga negara Jerman.

 

Sumber

© Copyright 2015.