Fadli Zon Minta Polandia Berikan Fasilitas Bebas Visa Schengen untuk Indonesia

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengharapkan dukungan Polandia terkait pemberian fasilitas bebas visa Schengen.

“Dengan pemberian bebas visa tentu saja akan mendorong investasi dan pariwisata. Juga akan meningkatkan people to people contacts” ungkap Fadli Zon usai melakukan pertemuan terbatas dengan Menteri Luar Negeri Polandia, H.E. Mrs Joanna Wronecka di Ruang Rapat Kementerian Luar Negeri, Warsawa Polandia, Selasa waktu setempat (20/11/2017).

Untuk meningkatkan people to people contacts, sejak 1987-2015, Pemerintah RI telah memberikan program beasiswa Darmasiswa kepada sekitar 395 mahasiswa untuk bidang studi Bahasa Indonesia dan Seni Budaya pada beberapa perguruan tinggi di Indonesia untuk jangka waktu paling lama satu tahun.

Misalnya, untuk Tahun Ajaran 2015/2016, terdapat 36 pelajar Polandia yang memperoleh beasiswa dimaksud. Disamping program Dharmasiswa, sejak tahun 2011-2015 Pemerintah RI juga memberikan Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) kepada 6 pelajar/mahasiswa Polandia.

Hal ini membuktikan bahwa Indonesia-Polandia sudah menjalin kerja sama bilateral sejak lama.

Pertemuan singkat dengan Menlu Polandia merupakan bagian dari rangkaian agenda kunjungan kerja DPR RI ke Polandia. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kerja sama antar kedua negara.

“Polandia sebagai negara terbesar ke-6 Uni Eropa memiliki sejumlah potensi yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan ekonomi dan perdagangan Indonesia,” ujar Fadli Zon.

Fadli Zon juga berharap ke depan, Indonesia dapat menjadikan Polandia sebagai gateway produk dan komoditi unggulan Indonesia, untuk memasuki kawasan UE, khususnya Eropa Tengah. Selain itu, mendorong kerja sama maritim: ToT di bidang industri galangan kapal.

“Saya kira, kedua belah pihak Indonesia-Polandia sudah memiliki hubungan yang mutualisme dimana Polandia menjadi mitra penting bagi Indonesia untuk masuknya ke pasar Uni Eropa. Begitupun Indonesia menjadi mitra penting bagi Polandia karena Indonesia bisa menjadi pintu masuk Polandia ke pintu pasar Asia Tenggara,” tegasnya.

 

Sumber 

© Copyright 2015.