Fadli Zon Minta Pemerintah Bersiap Perang Dagang dengan AS

Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta pemerintah bersiap menghadapi perang dagang yang didengungkan Amerika Serikat (AS) terhadap produk ekspor Indonesia.

“Kita harus bersiap-siap ya sebagai sebuah negara yang berdaulat. Politik luar negeri kita, politik dagang kita adalah untuk kepentingan nasional. Dan untuk kepentingan nasional hakekatnya adalah diuntungkan,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Karena itu, kata Fadli, pemerintah tak perlu segan untuk membalas dengan perang dagang pula terhadap AS

Namun, ia mengingatkan setiap langkah yang akan diambil pemerintah terkait penyikapan terhadap perang dagang AS harus cermat agar tak merugikan perekonomian nasional.

“Jadi menurut saya dalam hal ini pemerintah harus menghitung. Kalau ada perang dagang dengan AS, apa yang kita dirugikan, kita juga harus resiprokal supaya kita tidak drugikan. Sebagai negara yang berdaulat kita harus siap memproteksi kepentingan nasional kita,” lanjut dia.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai melayangkan peringatan kepada Indonesia karena jumlah ekspor ke AS lebih tinggi dibanding jumlah ekspor AS ke Indonesia.

Hal ini diungkapkan Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia ( Apindo) Sofjan Wanandi saat acara halal bihalal di kantor Apindo, Kamis (5/7/2018) malam.

“Dia (Trump) sudah kasih kita warning bahwa ekspor kita lebih banyak pada dia dan kita harus bicara pada dia mengenai beberapa aturan-aturan di mana dia memiliki special tariff placement yang dia mau cabut. Itu terutama di bidang tekstil dan lain-lain,” kata Sofjan di hadapan pengurus Apindo.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo belum mau banyak berkomentar soal ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melakukan perang dagang dengan Indonesia.

Sebab, Jokowi dan para menteri kabinet baru akan membahas mengenai ancaman Trump itu pada Senin pekan depan.

“Saya kira nanti Senin kita bicara secara khusus mengenai hal itu,” kata Jokowi di Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Sumber

© Copyright 2015.