Ini Sudah Lampu Merah

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengunggah catatannya di twitter yang menyoroti melonjaknya utang BUMN sampai Rp 1.300 triliun dalam 4 tahun terakhir. Dalam unggahannya yang berjudul Krisis Utang BUMN Pasti Berimbas pada APBN itu mengatakan BUMN sedang berada diambang krisis utang yang serius.

Dalam catatannya ia mengatakan telah mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur yang dilakukan saat perekonomian sedang lesu dan negara tak punya uang sangatlah berbahaya. “Tapi presiden berdalih pebangunan infrastruktur tak akan membebani APBN,” tulis Fadli Zon dalam catatannya yang diunggah di twitter Kamis, 7 Juni 2018.

Ia mengatakan pembangunan yang telah dibiayai oleh utang BUMN tersebut pada akhirnya akan kembali lagi ke APBN. Ia menjelaskan utang BUMN saat ini mencapai Rp 4.825 triliun atau naik Rp 1.337 triliun dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp 3.488 triliun.

“Kalau kita perhatikan data-data mengenai utang Indonesia, lonjakan utang sector public terjadi sejak 2014 memang terutama disebabkan lonjakan utang BUMN,” kata dia.

Menurut Fadli Zon ada dua masalah fatal terkait utang BUMN tersebut. Pertama, kata Fadli, sebagian besar utang itu merupakan utang jangka pendek. “Ini kan berbahaya, sebab situasi perekonomian baik global maupun domestik sedang mengalami kontraksi,” kata dia.

Kedua, sekitar 60 persen utang tersebut berbentuk valuta asing yang rentan terhadap fluktuasi nilai tukar Rupiah. “Jika nilai tukar Rupiah melemah, BUMN tentu akan semakin berdarah-darah,” tulisnya.

Lebih lanjut,Fadli Zon menuturkan total dari asset BUMN naik menjadi Rp 7.212 triliun pada akhir 2017 dengan jumlah utang Rp 4.825 triliun dan rasio utang BUMN sudah mencapai 67 persen asset. “Ini sudah lampu merah sebenarnya. Celakanya dalam kondisi itu BUMN masih menargetkan untuk menambah utang hingga Rp 5.253 triliun sepanjang tahun ini,” tutur dia.

 

Sumber

© Copyright 2015.