Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zonmendesak pemerintah menghentikan program Karu Prakerja. Menurutnya, program tersebut merupakan sebuah kebijakan yang tidak perlu dilaksanakan di situasi pandemi COVID-19 saat ini.

“Ini satu program yang merupakan pemborosan, tidak relevan, tidak tepat sasaran, dan seharusnya dihentikan,” kata Fadli, dalam program Mata Najwa Trans 7, Rabu 23 Juni 2020.

“Adalah tidak relevan dalam situasi COVID-19 ini, karena masyarakat yang menjadi korban dari yang terkena dampak. termasuk juga karena ekonomi lebih membutuhkan cash transfer,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fadli menjelaskan, bahwa prosedur Kartu Prakerja tidak cocok dengan keadaan di Indonesia. Sebab, kata Fadli, Kartu Prakerja yang mengharuskan diakses secara online membuat program ini tidak menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Prosedurnya saja bermasalah kayak begini karena harus punya akses kepada online. Jadi, bagaimana orang-orang yang ada di hutan-hutan yang jauh dan tidak mempunyai akses,” ucapnya.

“Ganti saja sudah dengan BLT (Bantuan Langsung Tunai) dan itu akan langsung dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Jangan melalui media-media kayak begini, yang namanya online atau prakerja,” kata anggota DPR tersebut.

Selain itu, Fadli juga mengingatkan pada pemerintah agar berhati-hati dalam melanjutkan program Kartu Prakerja. Dikarenakan, program Kartu Prakerja bisa menimbulkan masalah hukum atau politik di masa mendatang.

“Bahwasanya (program Kartu Prakerja) sekarang sedang dihentikan, itu membuktikan ada problem. Apalagi, ada catatan-catatan pernyataan dari KPK yang juga merupakan bukti adanya suatu problem,” tuturnya.

Sumber

© Copyright 2015.