10042018_fadli-zon_20180410_205830

Wakil Ketua Partai Gerindra, Fadli Zon akhirnya mendapatkan kaus bertulis ‘#2019GANTIPRESIDEN’.

Potret kaus yang sudah lama diidamkan oleh Fadli Zon tersebut diunggah di Twitter resmi miliknya.

Dalam unggahan tersebut, Fadli tampak membuka lebar kaus #2019GANTIPRESIDEN miliknya yang berwarna putih.

Tak sendirian, Fadli ditemani oleh dua rekannya dalam foto tersebut.

Mereka adalah Heri Gunawan, anggota DPR RI Komisi XI dan Bambang Haryo Soekartono anggota DPR RI Komisi Komisi V.

Keduanya merupakan politisi dari Partai Gerindra.

“Akhirnya dpt kaos #2019GantiPresiden bersama anggota @DPR_RI @Gerindra @HeriGunawan88 @Bambang_HaryoS,” tulis Fadli Zon.

Diketahui sebelumnya, Fadli Zon mengatakan jika masyarakat memiliki hak untuk mengekspresikan keinginan calon pemimpinnya di masa yang akan datang, salah satunya dengan membuat kaos dengan tagar #GantiPresiden2019.

Fadli bahkan mengaku ingin segera memakai kaos tersebut bila memilikinya.

‎‎”Ya kalau soal itukan hak dari masyarakat, saya juga kalau ada kaosnya segera saya pakai itu kaosnya,” katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (9/4/2018).

Menurut Fadli partainya sangat setuju dengan keinginan mengganti presiden yang dieksepreskan melalui ‎tagar #GantiPresiden2019. Karena bagi Gerindra, Indonesia bisa kacau bila Joko Widodo kembali terpilih dalam Pemilu presiden mendatang.

“Bagi kami di Gerindra pasti setuju 100 persen harus ganti presiden kalau engga ya kita kacau ini Indonesia kedepan secara ekonomi ya karena kebijakan-kebijakan itu tidak pro rakyat dan bukan ekonomi kerakyatan,” katanya.

Fadli mencontohkan kebijakan pemerintahan Jokowi ‎mengenai tenaga kerja. Pada saat masyarakat Indonesia membutuhkan lapangan kerja yang luas, pemerintah justru membuka keran tenaga kerja asing di Indonesia.

Padahal seharusnya pemerintah melakukan proteksi terhadap ekspansi tenaga kerja asing di Indonesia.

‎”Itu salah satu kebijakan yang sangat ironis. dan menurut saya ini tidak pro rakyat. dan saya kira serikat-serikat pekerja, yang saya tahu itu melakukan protes terhadap aturan ini. Seharusnya ketika kita kuat ya kita boleh saja ekspansif kebijakan itu. ketika kita lemah kita harusnya protektif,” katanya.

Selain itu dalam masalah pangan. Fadli mengatakan Indonesia harusnya melakukan proteksi dengan tidak melakukan impor ketika kondisi pangan sedang lemah. Pemerintah harus memproteksi petani dengan menyuplai sejulah bantuan untuk meningkatkan produksi.

‎”Jadi kalau misalnya dalam sebuah persaingan pangan itu kita ini lagi lemah ya kita harus protektif pada petani kita, tidak boleh impor. Tapi ketika kita lagi kuat, produksi lagi naik-naiknya kita harus ekspansif membuka akses pasar diluar supaya menerima produk dari indonesia,” katanya.

Tanggapan Jokowi perihal kaus #2019GANTIPRESIDEN

Saat menemui ratusan relawannya di Puri Begawan, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (8/4/2018), Jokowi sempat melontarkan jawaban atas tersebarnya hastag #2019GANTIPRESIDEN.

Selain hastag #2019GANTIPRESIDEN yang beredar di media sosial, hastag tersebut juga dituangkan dalam bentuk kaos maupun gelang.

“Sekarang isu kaos ganti presiden 2019. Masa dengan kaos bisa ganti presiden,” kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018 di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Sabtu (7/4/2018).

Jokowi menilai dengan kaos berhastag itu, tidak bisa mendorong pergantian Presiden.

“Masa pakai kaos bisa ganti Presiden, enggak bisa,” ucapnya disambut tepuk tangan para relawan.

Jokowi bertutur hanya ada dua hal yang bisa mendorong pergantian itu, yakni rakyat dan tuhan.

“Kalau rakyat berkehendak bisa, kalau rakyat nggak mau bisa. Yang kedua, ada kehendak dari Allah SWT,” katanya.

 

Sumber

 

 

 

 

 

 

© Copyright 2015.