Partai Gerindra mengkritik kebijakan DPR yang tetap melaksanakan pembangunan gedung baru DPR. Partai Gerindra menilai gedung DPR saat ini sudah cukup, penataannya saja yang dibenahi.

“DPR tidak butuh gedung baru. Benahi saja penataan gedung yang ada saat ini. Saat ini memang ada gedung yang sudah penuh, tapi ada juga yang masih kosong. Tinggal diatur saja. Ini butuh pembenahan manajemen,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, kepada detikcom, Selasa (23/2/2011).

Menurut Fadli, Gerindra merasa heran dengan sikap DPR yang seolah-olah tuli dalam pembangunan gedung baru ini. Dulu, pimpinan DPR sempat berjanji, jika ada satu saja fraksi yang tidak setuju, maka pembangunan gedung akan dibatalkan.

“Tapi sekarang? Fraksi Gerindra sudah menolak. Resmi melalui surat. Tapi Wakil Ketua DPR Anis Matta menyatakan semua fraksi setuju. Ini kan aneh? memangnya dia bisa bicara atas nama fraksi Gerindra,” sindir Fadli.

Dia menambahkan, jika ada anggota Fraksi Gerindra yang membuat langkah di luar surat resmi, maka hal itu ilegal. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, juga sudah melarang Fraksi Gerindra menyetujui pembangunan gedung baru DPR.

“Kita sudah menegaskan sikap kita. Apalagi saat ini kondisi ekonomi juga sedang tidak bagus,” katanya.

Sebelumnya Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia (Formappi) juga curiga dengan kengototan DPR membuat gedung baru. Formappi telah meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil perwakilan dari DPR untuk menjelaskan proses pembangunan gedung tersebut.

“Kelihatannya DPR ini tetap ngotot dengan agenda pembangunan gedung baru. Dan kami semakin curiga, ada apa di balik kengototan mereka,” ujar Ketua Formappi, Sebastian Salang, di Kantor Formappi, Jl Matraman Raya 32 B, Jakarta Timur, Selasa (22/3).

© Copyright 2015.