Di Asia, Indonesia Paling Sering Kecelakaan Pesawat

Di Asia, Indonesia Paling Sering Kecelakaan Pesawat

Di Asia, Indonesia Paling Sering Kecelakaan Pesawat

Frekuensi kecelakaan pesawat terbang komersial Indonesia disebut sebagai yang tertinggi di Asia. Gagal mendaratnya pesawat Lion Air di Bali, Sabtu (13/4/2013), memperburuk reputasi penerbangan Indonesia.

“Rata-rata kecelakaan pesawat terbang komersial Indonesia sembilan kali per tahun, sedangkan di negara Asia lainnya hanya tiga hingga empat kali setahun,” ujar Wakil Ketua DPP Partai Gerindra, Fadli Zon, dalam siaran pers, Minggu (14/4/2013). Menurut dia, masih banyak persoalan harus dibenahi dalam sistem keamanan transportasi udara Indonesia.

Salah satu yang mendesak ditata, sebut Fadli, adalah perekrutan sumber daya manusia untuk transportasi udara. “Demi mengurangi kesalahan manusia yang kerap menyebabkan kecelakaan pesawat di Indonesia,” kata dia. Selain itu, manajemen pesawat pun dimintanya meningkatkan kualitas jaminan keamanan bagi penumpang.

Pesawat Lion Air jenis Boeing 737-800 NG jatuh di perairan Pantai Segara, saat bersiap-siap mendarat di Bandar Udara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Sabtu (13/4/2013) sore. Semua penumpang yang berjumlah 101 orang berikut 7 awak selamat. Penyebab jatuhnya masih diselidiki.

Pesawat bernomor penerbangan JT-904 itu bertolak dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, pukul 12.48 WIB. Di bawah pimpinan penerbangan pilot Mahlup Ghozali dan kopilot Chirag Kalra (warga India), pesawat tersebut dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai pukul 15.18 Wita.

Namun, lima menit menjelang jadwal mendarat itu, pesawat jatuh di perairan Pantai Segara, sekitar 10 meter dari ujung barat landasan pacu Bandara Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali. Pesawat bernomor registrasi PK LKS 737-800 NG patah pada dua sisi belakang dekat ekor.