Aktivitas Politik

Fadli Zon pernah menjadi Direktur Eksekutif Center for Policy and Development Studies (CPDS) pada 1995-1997, sebuah lembaga think tank dan penelitian. Ia juga pernah menjadi anggota MPR RI (1997-1999) dan aktif sebagai asisten Badan Pekerja Panitia Adhoc I yang membuat GBHN. Pada 1998 ikut mendirikan Partai Bulan Bintang (PBB) dan menjadi salah satu Ketua hingga 2001 (mundur).

Ia menjadi Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) sejak 2008 dan Ketua Badan Komunikasi Partai GERINDRA (sejak 2010). Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2010-2015, sebelumnya Ketua DPN HKTI (2004-2010). Ketua Ikatan Alumni (ILUNI) FIB UI (2010-2013). Ikut mendirikan dan menjadi Direktur Eksekutif Institute for Policy Studies sejak 1997. Fadli Zon juga anggota Globalise Resistance di London; anggota Association for the Study of Ethnicity and Nationalism (ASEN), LSE, dan Development Studies Institute Alumni Association, LSE. Selain itu ia diangkat sebagai Dewan Pakar Gebu Minang periode 2005-2009 dan beberapa organisasi lain.

Fadli Zon juga aktif dalam beberapa forum internasional antara lain menjadi anggota Delegasi RI dalam Konferensi tingkat Menteri VI, World Trade Organization (WTO), Hongkong (13-18 Desember 2005). Kunjungan kerja Delegasi HKTI ke Vietnam (2006-2007); mengikuti konferensi ketahanan pangan di Jepang (2006), dan lain-lain. Ia pernah menjadi anggota Dewan Gula (2005-2009), Wakil Ketua Tim Pengawas Pengadaan Beras Bulog (2007), Anggota Oversight Committee Impor Beras (2005 – 2007) dan Wakil Ketua ADIPBI (Asosiasi Distributor dan Pengecer Barang Bersubsidi Indonesia) (2006 – 2009).

Fadli juga sering diundang sebagai narasumber dalam berbagai diskusi, seminar, konferensi dan talkshow di televisi dan radio. Televisi antara lain Metro TV, TV One, SCTV, RCTI, TVRI dan ANTV. Radio antara lain Radio Elshinta. Namun yang cukup rutin adalah diskusi di Soegeng Sarjadi Forum, QTV (2005 – 2009). Di forum ini, ia berhadapan dengan banyak panelis membahas berbagai tema ekonomi, politik, internasional, sosial, dan budaya.

 

Aktivitas Jurnalistik

Pengalaman jurnalistik Fadli Zon dimulai dengan menulis sejumlah artikel di majalah remaja seperti Nona dan Hai (1989-1990). Kemudian menjadi wartawan di majalah Suara Hidayatullah dan Harian Terbit (1990-1991). Semasa kuliah mengasuh majalah Gema (1992-1994) milik DHN Angkatan 45, Redaktur dan Dewan Redaksi majalah sastra Horison (sejak 1993), redaktur majalah Tajuk (1995-1996) dan lain-lain. Pemimpin Redaksi Jurnal VISI (sejak 1997), Dewan Redaksi Majalah Tani Merdeka (sejak 2007), dan juga pemimpin redaksi Tabloid Gema Indonesia Raya (sejak 2011).

Tulisan-tulisan Fadli Zon juga banyak dimuat di sejumlah buku, bunga rampai, jurnal dan media massa nasional.

 

Aktivitas Bisnis

Selain aktif dibidang politik dan jurnalistik, Fadli Zon juga aktif dalam dunia bisnis. Kini menjadi Komisaris PT Tidar Kerinci Agung sejak 2009, (Direktur 2007-2009) bidang kelapa sawit. Direktur PT Padi Nusantara (sejak 2005). Pernah menjadi Direktur Umum Golden Spike Energy Indonesia Ltd (2002-2005) sebuah perusahaan minyak dan gas swasta; dan sebelumnya Nusantara Energy Ltd (1999-2001).

 

Aktivitas Budaya

Fadli Zon adalah seorang budayawan. Penggiat kebudayaan sejak masih remaja. Ia mendirikan Fadli Zon Librray di Jakarta Pusat, Rumah Budaya di Aie Angek, Tanah Datar, Sumatera Barat, dan menjadi Ketua Lingkaran Keris Indonesia (Indonesia Keris Circle) yang bertujuan memajukan keris nusantara.

 

Fadli Zon Library

Fadli Zon Library (FZL) yang didirikan pada tahun 2008 merupakan oase intelektual Fadli Zon. Fadli Zon Library sering menggelar acara diskusi secara reguler tentang berbagai tema, dari mulai sejarah, budaya, politik, ekonomi, maupun tema-tema lainnya yang aktual, serta menjadi tempat persinggahan tokoh-tokoh intelektual Indonesia dari dalam dan luar negeri.

Koleksi buku di Fadli Zon Library mencapai 45.000 buah, terutama buku-buku tua Hindia Belanda sejak 1700-an. Selain buku tua dan kuno, juga menyimpan majalah, naskah kuno, dan ribuan lembar koran sejak abad ke-19. Buku tertua adalah Het Amboinsch Kruid-Boek (Herbarium Amboinensis) karya Georgius Everhardus Rumphius terbitan tahun 1747 kemudian Histoire de Sumatra karya William Marsden terbitan 1788 dalam dua volume. Koran tua antara lain Selompret Malajoe (1862), Wazir Indie (1878-1979), Sin Po (1922-1955), Patriot (1946-1947), Berdjoang (1946-1947), Madura Syuu (1943-1945) dan lain-lain.

Beberapa koleksi lain di Fadli Zon Library:

Fadli Zon Library juga menerbitkan buku, antara lain :

Pada 1 Juni 2011, Fadli Zon Library memperoleh tiga rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dalam kategori :

  • Perpustakaan pribadi dengan koleksi keris terbanyak
  • Perpustakaan pribadi dengan koleksi koran tua terbanyak
  • Perpustakaan pribadi dengan koleksi piringan hitam terbanyak.

Hobi lain sebagai Filatelis, Fadli Zon juga ikut dalam Pameran Filateli Nasional 2010 dengan Pameran Netherland Indie Postal Stationary 1874-1948 di Mall of Indonesia, Jakarta pada 10-14 Desember 2010. Pameran Filateli Tokoh-Tokoh Nasional di Museum Prangko TMII pada 1-7 Oktober 2011.Koleksinya meraih Medal Large Silver.

 

Lingkaran Keris Indonesia

Fadli Zon peduli terhadap pelestarian warisan budaya leluhur.Ia menjadi Ketua Lingkaran Keris Indonesia (Indonesian Keris Circle) yang hendak memajukan Keris Nusantara. Kegiatannya adalah diskusi, pameran dan mencipta keris-keris baru. Koleksi Keris Fadli Zon telah dipamerkan beberapa kali, antara lain: Keris for the World 2010 di Galeri Nasional Jakarta (3-8 Juni 2010); Keris Mahakarya Nusantara di Solo (19-21 April 2011); Keris Sumatera di Taman Mini Indonesia Indah (23 Oktober – 4 Desember 2011).

Fadli Zon juga merupakan salah seorang pembina di organisasi perkerisan nasional SNKI (Sekretariat Nasional Keris Indonesia) periode 2011-2016.Selain itu tercatat sebagai anggota Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI).

 

Rumah Budaya Fadli Zon

Rumah Budaya Fadli Zon didirikan oleh tokoh muda minang yang sukses sebagai pengusaha dan politisi nasional, Fadli Zon. Rumah Budaya ini mulai dibangun pada tahun 2009 di areal Rumah Puisi Taufiq Ismail. Kegiatan seni tradisi, musik, tari, saluang, baca puisi dan melukis bersama, serta pelatihan guru dilaksanakan sebagai bagian kegiatan Rumah Budaya Fadli Zon yang diresmikan 1 Juni 2011 oleh penyair Taufiq Ismail.

Tujuan utama pendirian Rumah Budaya Fadli Zon adalah sebagai pusat dokumentasi kebudayaan Minangkabau. Didalamya tersimpan sejumlah koleksi baik buku, post card, artefak, manuskrip, keris pusaka, koin kuno, alat musik tradisional, dan berbagai koleksi lainnya. Bangunan Rumah Budaya Fadli Zon berbentuk setengah bagonjong, bertingkat dua.

Di tingkat dua terdapat sebuah aula dengan kapasitas 200-an tempat duduk, disekelilingnya berdinding kaca sehingga pengunjung dapat dengan mudah memandang panorama Gunung Singgalang, Gunung Tandikek dan Gunung Merapi. Di ruangan aula ini sangat cocok digunakan sebagai tempat kegiatan, baik seminar, workshop, pelatihan, dengan skala lokal, nasional, regional maupun internasional.