
Saat ini publik dihebohkan dengan Banyu Biru yang memamerkan surat keputusan (SK) pengangkatannya sebagai anggota Dewan Informasi Strategis dan Kebijakan (DISK) Badan Intelijen Negara (BIN). Putra dari seniman Eros Djarot itu memposting SK pengangkatannya sebagai anggota Bidang Politik DISK BIN dari Kepala BIN Sutiyoso di akun Path miliknya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan seharusnya orang yang ditunjuk oleh badan intelijen seperti BIN tidak gegabah dengan memamerkan SK nya di publik. Menurut Fadli, setiap anggota BIN harus menjaga kerahasiaannya, termasuk data-data intelijen.
“Saya kira intelijen itu organisasi yang mempunyai protap sendiri, termasuk menjaga kerahasiaan. Bahkan kerahasiaan itu menjadi salah satu yang membedakan BIN dengan organisasi lain,” ujar Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/2).
Fadli juga mengatakan sangat aneh bila seorang yang dipercayakan sebagai anggota badan intelijen memamerkan SK nya. Bila kasus itu memang benar terjadi, Fadli berharap BIN dapat memeriksa anggotanya tersebut.
“Jadi kalau dia mempunyai satu SK kemudian diungkap saya kira sangat aneh. Mungkin secara internal BIN perlu juga memeriksa yang bersangkutan,” katanya.
Politisi Gerindra ini juga mengakui saat ini rahasia negara sangat mudah diakses. Menurut Fadli perlu aturan yang tertulis yang mengatur tentang kerahasiaan negara tersebut.
“Ya memang sekarang ini yang namanya rahasia negara boleh dibilang sangat mudah diakses oleh umum bahkan oleh asing juga. Jadi harusnya memang ada aturan yang betul-betul script gitu,” tambahnya.
Lebih jauh Fadli mengatakan bahwa kasus Banyu Biru lebih baik diserahkan ke institusi yang bersangkutan. Tapi ia tegaskan hal yang sangat aneh bila seorang anggota intelijen memamerkan SK nya di media sosial.
“Ya itu kita serahkan kebijakannya kepada institusi yang bersangkutan. Tapi saya kira kalau sudah mengunggah satu SK dari sebuah lembaga yang dikenal sebagai lembaga yang menjaga kerahasiaan negara itu sangat aneh,” pungkas Fadli.