
Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, insiden pengibaran bendera OPM di KJRI Melborne Australia harus dicermati dan diwaspadai. Sebab, mungkin saja pengibaran itu sebagai bagian dari satu skenario yang mau mengambil satu kesempatan di saat bangsa Indonesia mengalami berbagai masalah.
“Saya kira upaya-upaya untuk disintegrasi negara kita itu bukan sekedar faktor internal tapi juga eksternal. Jadi pemerintah harus betul-betul fokuskan diri dalam persoalan Papua ini. Kita tahu sudah ada keberpihakan dalam affirmative action dalam UU Otsus Papua dan pembangunan disana mestinya harus cukup tinggi. Tapi kan masih ada suara-suara tak puas,” ujar Fadli Zon di kompleks parlemen, Senayan Jakarta, Senin (9/1).
Untuk itu, kata Fadli, pemerintah harus fokus dan tidak boleh anggap enteng masalah pengibaran bendera OPM di Australia itu. Insiden-insiden seperti pengibaran bendera tersebut harus dilihat bagian dari sumber masalah utamanya yang harus diselesaikan.
Politisi Partai Gerindra itu menyatakan, keputusan TNI memutuskan atau menunda hubungan kerja sama militer dengan Australia tidak hanya soal pelecehan Pancasila. Tetapi juga ada satu agenda yang memang mereka punya keinginan apakah oknum atau policy intelejen Australia untuk mengganggu posisi Papua dalam NKRI.
“Pemerintah harus buat terobosan. Dalam hal ini bilateral kita dengan Australia. Kita harus minta penjelasan dari Australia dan komitmen dari dalam hal menyamgkut integritas wilayah Indonesia jangan ikut campur,” katanya.