
Wakil Ketua DPR RI sekaligus tim pemantau Otsus Papua, Fadli Zon menyebut penyelenggaraan Otsus Papua di 15 tahun berjalan sejak tahun 2001 telah memberikan dampak positif.
Meski kehadiran Otsus selama ini banyak menimbulkan pro dan kontra karena beberapa pihak menganggap Otsus tidak menyelesaikan seluruh persoalan di Papua, politisi Partai Gerindra ini tetap menganggap ada kemajuan yang diberikan lewat Otsus.
“Ada yang mengatakan Otsus gagal, ada juga kemajuan, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meningkat, kemiskinan absolut di Papua juga berkurang dan di bidang infrastruktur,” ujar Fadli Zon di Jakarta, Selasa (21/6/2016).
Salah satu bidang yang cukup terbantu dengan adanya Otsus menurut Fadli adalah pendidikan. Data menunjukan usia sekolah anak 7-12 tahun per 2016 jauh meningkat dibanding beberapa tahun ke belakang.
Permasalahan yang masih harus dibenahi hanya pendistribusian guru ke daerah-daerah pedalaman dan pembangunan sekolah baru.
Di bidang kesehatan, Fadli mencontohkan saat ini angka ibu hamil yang meninggal ketika bersalin sudah jauh menurun karena meningkatnya pelayanan kesehatan di Papua. “Tinggal masalah yang dihadapi distribusi Puskesmas dan tenaga kesehatan,” ungkapnya seperti dikutip Republika.
Hal serupa juga terjadi di bidang ekonomi yang lagi-lagi menurut Fadli mengalami peningkatan. Hanya saja, peningkatan yang terjadi menciptakan jarak antara pengusaha besar dengan masyarakat ekonomi tradisional seperti mama-mama Papua.
Sedangkan untuk bidang pembangunan infrastruktur, meski saat ini hal tersebut sudah menjadi fokus utama pemerintah, Fadli tak menampik keberadaan Otsus belum maksimal di sektor pembangunan infrastruktur.
Kondisi ini dapat dimaklumi karena sejak tahun 2002, total anggaran yang diberikan untuk infrastruktur Papua mencapai Rp. 52 triliun namun pergerakan pembangunan tidak sebesar biaya yang dikucurkan pemerintah pusat.