Fadli Zon: Gopac Konsisten Perangi Korupsi Terkait Migrasi

Fadli Zon: Gopac Konsisten Perangi Korupsi Terkait Migrasi

fadli-zon-di-jenewa-swissjpg_20180327_110450

Wakil Ketua DPR Fadli Zon dalam kapasitasnya sebagai Presiden GOPAC (the Global Organization of Parliamentarians Against Corruption / Organisasi Parlemen Dunia Anti Korupsi) memuji langkah IPU menyoroti masalah migrasi sebagai tema utama Sidang Parlemen Dunia di Jenewa Swiss.

Hal ini dikatakan Fadli Zon saat memberikan pidato pada Sidang Inter Parliamentary Union ke-138 di Gedung CICG, Jenewa, Swiss, Senin (26/3/2018) waktu setempat.

Fadli menegaskan, GOPAC mengecam segala bentuk korupsi terkait migrasi seperti suap, penggelapan, penyalahgunaan dana publik dan nepotisme. GOPAC mendukung penyusunan Global Compact for Save, Orderly, and Regular Migration (GCM) yang merupakan amanat New York Declaration for Refugees and Migrants pada Sidang Majelis Umum ke-71 PBB 2016.  Memastikan mendukung Global Compact for Refugees (GCR).

Dikatakan, selain memperkuat kerjasama internasional dalam penanggulangan migrasi, GCM dan GCR juga penting untuk memasukkan prinsip-prinsip antikorupsi dalam mekanisme penanggulangan migrasi.

Sebuah penelitian di Migration Policy Institute mengungkapkan bahwa korupsi memfasilitasi migrasi ilegal dalam bentuk penyuapan perbatasan dan pemalsuan dokumen dengan membayar suap. Kasus suap, imbuhnya,  sering terjadi dalam perdagangan manusia.

Hal ini terkait dengan pejabat korup yang meloloskan penyelundupan manusia. Selain itu ada “dana siluman” yang biasanya keluar dari pengiriman remittance. Korupsi juga sering terjadi dalam pengiriman bantuan untuk pengungsi atau migrasi baik oleh institusi pemerintah maupun LSM dengan proposal fiktif.

Dalam hal migrasi paksa, sering kita lihat berkembang dari konflik atau situasi pasca-perang di negara-negara asal. Dampaknya lebih buruk.

“Dalam kasus Rohingya misalnya, arus migrasi dari Myanmar ke Bangladesh banyak diwarnai kasus kekerasan politik maupun ekonomi dilakukan pihak berwenang. Selama kunjungan saya ke Cox Bazaar, Bangladesh, baru-baru ini, saya mendengar cerita kekejaman dan pelecehan besar-besaran yang telah menyebabkan tragedi kemanusiaan di zaman kita,” ungkap Fadli Zon yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini.

Pada kesempatan Sidang IPU, Fadli Zon mengajak parlemen sedunia mendukung komitmen Sustainable Development Goals (SDGs). Migrasi terkait dengan beragam aspek multidimensi pembangunan.

GOPAC mengakui SDGs sebagai tujuan global menuju kesejahteraan manusia di lingkungan bebas korupsi. Parlemen dapat berkontribusi melalui peran konstitusional mendukung SDGs.

 

Sumber