
Delegasi dari DPR RI pada pertemuan International Parliamentary Union (IPU) ke-134 di Lusaka, Zambia akan mendorong agar forum internasional itu mengadopsi Deklarasi Jakarta hasil pertemuan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) beberapa waktu lalu. Langkah itu dimaksudkan untuk memperkuat upaya memperjuangkan Palestina dalam forum internasional.
“Kami akan mendorong kuat agar isu kemerdekaan Palestina diadopsi sebagai resolusi yang akan dihasilkan dalam forum IPU ke-134 ini,” kata Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang memimpin delegasi Indonesia jelang pembukaan IPU ke-134 di Mulunggusi Convention Center, Lusaka, Sabtu (19/3).
Politikus Partai Gerindra itu menambahkan, IPU merupakan forum yang sangat strategis untuk menegaskan posisi Indonesia atas kemerdekaan Palestina. Karenanya, delegasi DPR akan memaksimalkan diplomasi dalam forum itu demi memperjuangkan Palestina. “Termasuk memperjuangkan tindak lanjut hasil pertemuan OKI di Jakarta tentang agenda kemerdekaan Palestina dari penjajahan Israel,” katanya.
Pada kesempatan sama, Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) Rofi Munawar mengatakan, ada negara lain yang punya pandangan serupa dengan Indonesia soal agenda kemerdekaan Palestina. Salah satunya adalah Maroko.
“Indonesia dan Maroko sejalan tentang perlunya tindak lanjut atas Deklarasi Jakarta hasil pertemuan OKI yang salah satunya memboikot produk-produk Israel,” kata Rofi.
Politikus PKS itu menambahkan, Maroko bahkan punya usulan lebih konkret untuk memperkuat kedaulatan Palestina. Yakni meloloskan usulan untuk memperjuangkan Jerusalem sebagai ibu kota Palestina.
Rofi menambahkan, di Jerusalem terdapat Masjid Al Aqsa yang disucikan umat Islam. “Tujuannya bukan semata-mata memperjuangkan kemerdekaan Palestina, tetapi juga agar Al-Quds Al Syarif itu benar-benar di bawah Palestina,” ucapnya.