DPR Berharap Partisipasi Perempuan di Politik Meningkat

DPR Berharap Partisipasi Perempuan di Politik Meningkat

DPR Berharap Partisipasi Perempuan di Politik Meningkat

Hari perempuan internasional diperingati setiap tanggal 8 Maret. Wakil Ketua Fadli Zon berharap penguatan partisipasi perempuan di kancah politik.

“Perlu ada penguatan partisipasi perempuan di politik. Saya kira bagus kalau mencapai 30 persen,” kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/3/2017).

Fadli menilai partisipasi perempuan dalam berpolitik masih kurang. Menurutnya, kuota 30 persen perempuan dalam pemilihan legislatif masih jauh dari angka tersebut.

“Kalau dari sisi politik, memang relatif masih kurang karena meskipun ketentuan 30 persen pencalegan, kuota itu tidak pernah terpenuhi hanya 16 sampai 17 persen dari 30 persen itu,” ungkapnya.

Secara umum, Fadli mengatakan pentingnya peran perempuan saat ini. Partisipasi perempuan untuk mengisi berbagai aspek kehidupan diharapkan semakin meningkat.

“Kalau dari sisi kita perempuan pasti penting posisinya, ibu kita, saudara kita. Kita berharap partisipasi perempuan dari berbagai lini sisi kehidupan semakin meningkat,” papar Fadli.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid berpesan agar perempuan mengambil hak dan peran dalam bermasyarakat. Sodik mengatakan permasalahan dalam masyarakat modern berawal dari masalah keluarga. Ia meminta agar perempuan dapat berkontribusi menyelesaikan persoalan tersebut.

“Tapi ketahui juga banyak masalah-masalah dalam masyarakat modern berawal dari masalah-masalah keluarga yang perlu kontribusi wanita lebih baik,” kata Sodik melalui pesan singkat.

“Karena itu sambil dan selain terus berkontribusi dalam berbagai bidang seperti laki-laki, maka tetap berikan perhatian kepada masalah-masalah basic keluarga,” sambungnya.

Hari Perempuan pada 8 Maret mulanya diperingati di Uni Sovyet pada tahun 1917. PBB kemudian menetapkan tanggal 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional pada tahun 1977.

 

Sumber