
“Budaya Indonesia mengalami krisis, jika generasi muda tidak dapat mengembangkan budaya Indonesia, dan memiliki pemahaman sejarah budayanya,” ungkap Dr. Fadli Zon, M.Sc., budayawan, di Aie Angek Cottage, Kota Padang Panjang, Sabtu (25/2/2017).
Fadli Zon yang juga Wakil Ketua DPR RI ini menyampaikan hal dalam acara peluncuran buku Orkes Gumarang (Kisah Syaiful Nawas) karya Fadli Zon. Acara ini dihadiri langsung oleh musisi Orkes Gumarang Anas Yusuf dan Saeful Nawas, serta dihadiri pula para Bupati dan pejabat se Sumatera Barat, pengamat musik Stanly dan Najwa Shihab.
Buku Orkes Gumarang yang ditulis oleh Fadli Zon selama 7 tahun merupakan buku sejarah musik Indonesia pertama yang mengangkat sebuah kelompok musik daerah. Buku ini merupakan sejarah budaya dan seni untuk membangkitkan kembali seni musik Melayu yang pernah berjaya.
Orkes Gumarang lahir pada tahun 1950-an, dalam sepuluh tahun perjalanannya (1954-1964) mampu memberi bukti bahwa musik daerah bisa menjadi musik nasional dan bahkan internasional. “Orkes Gumarang menjadi cikal bakal group musik di Indonesia,” tambah Fadli Zon
“Saya ucapkan terimakasih kepada pak Fadli Zon yang sudah menerbitkan buku Orkes Gumarang dan menggelar acara peluncuran buku ini. Karena buku ini bisa memberikan inspirasi buat anak muda Minang” ungkap Syaiful Nawas, salah seorang musisi Orkes Gumarang.
Acara peluncuran buku Orkes Gumarang ini ditutup dengan pemberian secara simbolik sekaligus penandatangan buku diiringi lagu Ayam Den Lapeh secara bersamaan.
Selain peluncuran buku Orkes Gumarang, ditempat yang sama, juga berlangsung acara penyerahan patung Tan Malaka kepada Datuk Hengki Tan Malaka. Patung yang terbuat dari perunggu seberat 80 kg ini adalah hasil karya perupa ISI Jogjakarta.