Aneh, Selang 2 Bulan Defisit Negara Naik Rp 67 Triliun

Aneh, Selang 2 Bulan Defisit Negara Naik Rp 67 Triliun

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk Reshuffle Datang Parpol Tegang di Jakarta, Sabtu (7/11). Diskusi tersebut membahas isu reshuffle jilid kedua Kabinet Kerja dan kaitannya dengan partai politik. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/nz/15.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengaku ada yang janggal dalam nota perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN-P) 2017 yang diserahkan diserahkan pemerintah pada pekan lalu, tepatnya Kamis (6/7). Salah satunya masalah defisit anggaran.

Dijelaskan Fadli bahwa pada 19 Mei lalu, pemerintah menyampaikan di depan DPR bahwa defisit anggaran hanya akan mencapai Rp 330,2 triliun atau setara dengan 2,42 persen dari PDB.

“Anehnya, belum berselang dua bulan, proyeksi defisit itu berubah drastis menjadi Rp 397,2 triliun, atau mencapai 2,92 persen terhadap PDB,” jelasnya dalam akun Twitter @fadlizon, Rabu (12/7).

Menurutnya, selisih proyeksi defisit Rp 67 triliun bukan angka yang kecil. Perhitungan pemerintah yang cepat berubah juga dirasa janggal.

“Lebih aneh lagi, meskipun proyeksi defisit untuk tahun 2017 berubah drastis, namun proyeksi defisit 2018-2020 dalam nota APBN-P tidak diubah,” jelas wakil ketua umum Partai Gerindra itu.

Fadli menegaskan bahwa peningkatan defisit anggaran ini tidak bagus. Pasalnya, utang akan menjadi alternatif yang dipilih pemerintah untuk menutup defisit itu.

“Terus meningkatnya defisit anggaran, yang kini mencapai 2,92 persen, tentu tak bagus, karena sudah pasti akan ditutup dengan utang,” pungkasnya

 

Sumber