Ahok Sebut SBY Telepon Ma’ruf, Fadli: Itu Political Spying

Ahok Sebut SBY Telepon Ma’ruf, Fadli: Itu Political Spying

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk Reshuffle Datang Parpol Tegang di Jakarta, Sabtu (7/11). Diskusi tersebut membahas isu reshuffle jilid kedua Kabinet Kerja dan kaitannya dengan partai politik. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/nz/15.

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebut memiliki bukti percakapan antara Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketum MUI Ma’ruf Amin soal kasusnya. Wakil Ketua DPR Fadli Zon menuding ada pekerjaan intelijen dalam hal ini.

“Ini dilontarkan oleh pengacara atau Saudara Ahok di persidangan. Bagi saya, ini suatu hal yang sangat aneh. Berarti ada kerjaan intelijen di situ yang melakukan suatu penyadapan ilegal,” ungkap Fadli di gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/2/2017).

Fadli menuding apa yang dilakukan Ahok sebagai upaya memata-matai dengan tujuan politis. Ahok dan tim kuasa hukumnya tidak memberi penjelasan terperinci apakah bukti yang mereka miliki merupakan hasil sadapan.

“Itu political spying, itu suatu hal yang sangat-sangat berbahaya. Sehingga menurut saya, masalah penyadapan ini harus diangkat, apa betul Saudara Ahok melakukan penyadapan via institusi atau via oknum di institusi,” tutur Fadli.

Politikus Gerindra ini meminta agar permasalahan tersebut diusut tuntas. Fadli meminta ada pengusutan soal proses atau cara Ahok dan timnya mendapatkan bukti yang dimaksud.

“Berbahaya bagi demokrasi kita, dan ini dosa besar dalam demokrasi melakukan penyadapan ilegal oleh institusi-institusi negara atau oleh oknum-oknum institusi negara tersebut,” kata dia.

“Jadi saya kira harus segera ditindaklanjuti. Kalau nggak, maka rusak, hancur negara kita dengan cara-cara seperti ini karena mengkhianati demokrasi. Termasuk kita ada beberapa lembaga yang bisa melakukan penyadapan. Ini harus dikontrol lembaga-lembaga tersebut,” sambungnya.

Sebelumnya saat menjadi saksi ahli dalam kasus penistaan agama, Ma’ruf Amin ditanyai soal adanya permintaan dari SBY untuk mengeluarkan sikap keagamaan MUI. Ma’ruf berkali-kali membantahnya.

“Karena sudah beberapa kali ditanya dan dijawab sama, kami berikan buktinya. Kalau memang ini benar sesuai bukti, Anda memberi kesaksian palsu,” ujar pengacara Ahok di persidangan, Selasa (31/1).

Ahok juga ikut bicara menanggapi pernyataan Ma’ruf. Ahok mempertanyakan adanya telepon dari SBY kepada Ma’ruf, yang salah satunya terkait pertemuan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dengan PBNU.

“Meralat tanggal 7 Oktober ketemu paslon nomor 1, jelas-jelas itu mau menutupi Saudara Saksi, menutupi riwayat hidup pernah menjadi Wantimpres SBY. Tanggal 6 (Oktober) disampaikan pengacara saya ada bukti telepon (dari SBY) untuk minta dipertemukan. Untuk itu, Saudara Saksi tidak pantas menjadi saksi, tidak objektif lagi ini, sudah mengarah mendukung paslon 1,” kata Ahok dalam sidang menanggapi kesaksian Ma’ruf.

 

Sumber