Kunjungi Parlemen RI, Politisi Perempuan Libya Apresiasi Demokrasi Indonesia

Kunjungi Parlemen RI, Politisi Perempuan Libya Apresiasi Demokrasi Indonesia

Kunjungi Parlemen RI, Politisi Perempuan Libya Apresiasi Demokrasi Indonesia

Wakil Ketua DPR bidang polkam Fadli Zon mengatakan, delegasi Parlemen Libya sangat mengapresiasi praktik berdemokrasi di Indonesia. Sebagai negara yang sedang mengalami transisi menuju demokrasi, Libya ingin belajar dari Indonesia. Setelah mengalami konflik dan perang bersaudara berkepanjangan, Libya kini sedang menata sistem politiknya.

Hal itu terungkap saat menerima kunjungan kehormatan Parlemen Libya yang dipimpin Halimah Alsadegh Ali Al Aib di Ruang Tamu Pimpinan DPR , Senayan, Jakarta, Senin (26/2/2018). Delegasi yang berkunjung ke DPR merupakan perwakilan perempuan Libya di parlemennya. Ini merupakan kunjungan pertama kali Parlemen Libya ke Indonesia.

“Negara ini sedang mengalami transisi menuju demokrasi. Ada peralihan rezim dan sampai beberapa tahun mengalami konflik berkepanjangan. Mudah-mudahan mereka tahun ini bisa menyelenggarakan pemilu dan bisa menyelesaikan perbedaan-perbedaan yang ada di berbagai kelompok yang bertikai,” kata Fadli Zon.

Adapun, delegasi Parlemen Libya juga bertukar informasi dengan DPR soal perkembangan politik terkini. Sebagai negara demokratis terbesar sekaligus berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia sangat ideal bagi Libya untuk berbagi pengalaman tentang berdemokrasi. Partisipasi politik perempuan Libya juga sedang meningkat, seiring dibukanya kanal demokrasi di negara yang pernah dipimpin Kolonel Moamar Khadafi itu.

“Mereka melihat Indonesia negara demokrasi yang maju dan ingin belajar dari kita. Partisipasi politik perempuan Libya hampir sama dengan Indonesia. Mereka ada 32 politisi perempuan dari 200 anggota yang kurang lebih 15 persen. Ini kunjungan khusus untuk menjalin kerja sama. Mereka sampaikan berita-berita terakhir tentang Libya, tentang demokrasi yang akan dibangun di Libya, tentang perempuan, kesehatan, dan pendidikan yang diharapkan Indonesia juga bisa mendukung,” jelas politikus Partai Gerindra ini, usai menerima delegasi Parlemen Libya.

 

Sumber