
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menegaskan, peredaran dan penyelundupan narkoba telah menjadi masalah yang luar biasa bagi Indonesia.
Dia menilai, setelah Filipina berhasil menjaga negaranya dari pengaruh narkoba, para pengedar banyak yang lari menuju Indonesia.
“Karena itu, kita membutuhkan sosok seperti Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam memberantas narkoba di negeri ini. Di sini berton-ton narkoba masuk, beruntung aparat terkait berhasil menangkap penyelundupan ini,” kata Fadli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (26/2/2018) siang.
Namun, ia mengingatkan, seluruh pihak juga harus waspada dengan sisa penyelundupan yang diduga akan berdatangan. Bahkan dikabarkan, ratusan ton narkoba akan memasuki wilayah Indonesia.
“Saya kira ini merupakan kejahatan manusia yang luar biasa, karena ini menghancurkan generasi penerus kita,” ujarnya.
Karena itu pula, dia mendesak pemerintah harus memberikan perhatian yang serius bahkan tindakan yang lebih tegas dalam pemberantasan narkoba ini. Perang terhadap narkoba, jangan hanya dikata-kata, tapi tidak ada tindakannya.
“Tirulah apa yang dilakukan Duterte dalam memberantas narkoba,” ucap Fadli.
Menanggapi masih adanya bandar atau pengedar narkoba yang divonis hukuman mati, namun belum dieksekusi, Fadli mengatakan, seharusnya dieksekusi saja.
Namun Fadli juga menekankan, pemerintah harus berbuat adil. Jangan sampai mereka yang bukan bandar dan merupakan korban, harus diselamatkan.
“Pengguna narkoba cukup banyak dan juga korban, ini harus diselamatkan terlebih dahulu. Sedangkan bandar-bandar dan mafia yang berada di belakang peredaran narkoba harus dihancurkan,” tandasnya.