
Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon meminta Pemerintah Indonesia untuk meminta keterangan dan penjelasan kepada Pemerintah Australia, terkait ditemukannya materi pelatihan militer Australia di pangkalan militer di Perth yang bermuatan negatif tentang TNI, serta adanya unsur penghinaan terhadap Pancasila.
“Jika terbukti benar, maka harus ada pernyataan resmi Pemerintah Indonesia untuk meminta keterangan dan penjelasan kepada Pemerintah Australia. Sebab hal ini, telah menyangkut ideologi dasar negara,” kata Fadli dalam rilis tertulis, Kamis (5/1).
Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (4/1), Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen Wuryanto menyatakan bahwa kerjasama militer Indonesia dan Australia untuk sementara ini ditangguhkan, terkait ditemukannya materi pelatihan militer Australia di pangkalan militer di Perth yang bermuatan negatif tentang TNI serta adanya unsur penghinaan terhadap Pancasila.
Meski Mayjen Wuryanto belum menjelaskan secara detail alasan penangguhan tersebut, namun diduga kuat (seperti laporan dari Australian Broadcasting Corporation) hal ini dipicu oleh insiden ditemukannya beberapa materi pelatihan militer Australia yang bermuatan negatif terhadap TNI serta penghinaan terhadap Pancasila.
Meski begitu, ia berharap kerjasama militer Indonesia dan Australia dapat kembali berjalan baik.
“Hubungan kerjasama kedua negara memang strategis dan harus stabil. Sebab, dengan letak geografis berdekatan, kedua negara sama-sama memiliki tantangan keamanan yang tak mudah dan butuh kerjasama kuat, seperti melawan terorisme, human trafficking, keamanan maritim, dan ancaman keamanan kawasan lainnya,” tandasnya