Fadli Zon Minta BPOM Lebih Selektif Cek Obat dan Vaksin

Fadli Zon Minta BPOM Lebih Selektif Cek Obat dan Vaksin

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk Reshuffle Datang Parpol Tegang di Jakarta, Sabtu (7/11). Diskusi tersebut membahas isu reshuffle jilid kedua Kabinet Kerja dan kaitannya dengan partai politik. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/nz/15.

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar lebih selektif memberikan izin lolos seleksi terhadap segala jenis produk. Permintaan tersebut menyusul adanya temuan vaksin palsu di sejumlah kota, seperti Jakarta, Bogor, Bekasi dan Tangerang beberapa waktu lalu.

“Saya kira institusi terkait, yang mengecek obat-obatan dan vaksin di BPOM ya, harusnya di BPOM lebih selektif,” kata dia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (24/6).

Sebab, Fadli mengatakan, bukan kali ini saja ada temuan peredaran obat maupun vaksi palsu. Pun menurutnya, ada juga orang yang mendalangi praktik peredaran tersebut.

“Karena mereka mengambil untung besar. Dari obat-obat di rumah sakit, di apotek, bahkan yang diperjualkan di bawah tangan. Bahkan yang expired (kadaluarsa). Harus ada penanganan serius,” tutur Fadli.

Ia menduga, peredaran obat maupun vaksin palsu, didasari karena harga asli keduanya yang mahal. Sehingga, banyak oknum yang memanfaatkan situasi tersebut dengan mencari keuntungan.

“Tapi soal harga obat yang terlalu tinggi. Tapi kalau obat itu murah atau generik, saya kira mereka juga malas memalsukannya. Yang tidak perlu resep dokter boleh saja, asal itu dipantau. Yang tidak boleh obat obat palsu,” tutur Fadli.

 

Sumber