Written By Administrator | 2009-08-21 | Hit 423 kali
JAKARTA, KAMIS - Mantan Pangkostrad Letjen TNI purn
Prabowo Subiyanto, hampir dipastikan bersedia untuk ikut Pilpres 2009.
Hal ini diungkapkan teman dekat Prabowo, FaDli Zon, Direktur Eksekutif
Institute for Policy Studies (IPS) dalam perbincangan khusus dengan
Persda Network, Rabu (6/2) malam.
"Kalau untuk maju (Pilpres
2009), masih melihat peluang ke depan. Yang jelas, Prabowo sampai saat
ini sebagai dewan penasihat Golkar. Tentunya, masih melihat
mekanismenya seperti apa nanti karena sekarang ini belum jelas," ungkap
Fadli Zon.
Fadli tidak menampik, jika suatu saat nanti Prabowo
yang kini menjadi Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI)
bersedia maju dalam pertarungan Pilpres nanti.
"Kalau merupakan
sebuah panggilan bagi kepentingan nasional kan, pasti siapapun harus
mau memperbaiki bangsa ini. Sudah pastilah, yang jadi pertimbangan
utamanya adalah dari Partai Golkar," jelasnya.
"Secara politik
kita tidak tahu apakah Mas Prabowo tetap maju kalau ada capres dari
Partai Golkar juga. Kalau melihat dari pengalaman-pengalaman yang lalu,
selalu ada yang namanya peluang. Sehingga melihat peluang itu ke depan
dan belum bisa diramal sekarang begitu saja. Politik ke depan, tentu
akan berjalan secara dinamis," lanjut Fadli.
Sejak beberapa waktu
lalu, Prabowo sudah mulai mencuri-curi perhatian publik. Di Yogyakarta,
Fadli membenarkan mucul poster Prabowo yang disandingkan dengan Sri
Sultan Hamengku Buwono X.
Selain itu, Prabowo juga sudah mulai
rajin beriklan di beberapa stasiun televisi swasta dengan mengangkat
tema kesejahteraan petani. Prabowo beriklan dalam kapasitasnya sebagai
Ketua HKTI.
"Kalau saya lihat, poster-poster itu (di
Yogyakarta) inisiatif dari kalangan masyarakat. Murni aspirasi dari
bawah, wujud simpati saja. Tidak ada instruksi apapun, wajar saja. Soal
iklan di televisi, tidak lain untuk membela para petani yang nasibnya
makin tidak baik karena masuknya produk-produk impor," jelasnya.
Kini,
Fadli juga tidak membantah bila desas-desus silaturahmi politik Prabowo
dengan beberapa tokoh partai politik sudah terjalin. Namun, Fadli
menyatakan tak etis bila menyebut parpol mana saja yang sudah melalukan
silaturahmi itu.
"Ada saja yang mengambil dialog. Tentunya,
saat ini banyak pihak yang mencari siapa pasangan yang cocok. Tapi saya
rasa, ini masih terlalu awal. Silaturahmi dengan siapa, masih tidak
enak kalau disebutkan," tukas Fadli Zon.
Sumber http://www.kompas.com/read/xml/2008/02/07/15514163